Friday, February 12, 2016

Ausbildung sich bewerben? Wo wie wann soll ich das machen?!

  ,Vanny, das hast du geschafft. Sind stolz auf dich.' sagten sie.
     Jika ada yang bertanya kepada saya kapan sebaiknya mendaftarkan diri untuk Ausbildung, jawabannya: secepatnya. Ke mana? Berapa banyak sebaiknya? Sebanyak-banyaknya. Bagaimana? Tidak sulit, baca persyaratannya. Bermula dengan pendaftaran Ausbildung yang saya lakukan (terhitung sembilan bulan sebelum tahun ajaran jurusan yang saya ambil dimulai), saya akhirnya menyimpulkan itulah jawaban yang tepat.

      November 2014, bulan kedua masa BFD dan memasuki musim dingin kedua, saya menyempatkan diri ke acara Tag des öffenen Tur (bazar tentang pendidikan) di sebuah rumah sakit yang tak jauh letaknya dari tempat saya melakukan BFD, Medizinische Hochschule Hannover. Akhir bulan, saya berhasil menyelesaikan syarat pendaftaran yang diminta. Empat bulan kemudian (ya, empat bulan kemudian!) akhirnya saya mendapat balasan, bahwa saya lolos di penyisihan pertama dan diminta melengkapi dokumen lain untuk disisih kembali di putaran kedua. Anehnya, di surat tersebut tertera tanggal awal Desember 2014. Di sini saya berasumsi bahwa keterlambatan dikarenakan mogok kerja yang dilakukan oleh pegawai Deustche Post yang marak-maraknya dari bulan Januari hingga Mei 2015 ini.
     Selain menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam proses pendaftaran diri, pendaftaran yang dilakukan jauh-jauh hari dapat memberi kita waktu lebih untuk melakukan proses selanjutnya: tanda tangan kontrak dan daftar Visa. Juli 2015 ini saya terpaksa putar otak karena di bulan tersebut saya diterima oleh rumah sakit tersebut dan meminta seabrek dokumen dari saya sebelum saya diperbolehkan menandatangani kontrak. Selain dokumen, mereka juga meminta Visa Ausbildung saya agar kontrak dapat diberikan, yang mana membuat saya pada akhirnya terpaksa 'berperang' dengan Ausländerbehörde (karena di posisi mereka, syarat pembuatan Visa adalah kontrak saya dengan rumah sakit tersebut).
   
Cr: hallo-ausbildung.de
      Sebelum akhirnya saya diterima oleh MHH, saya juga sempat mendaftarkan diri ke empat rumah sakit lain di kota Hannover. Dari empat rumah sakit ini jawaban penolakan mereka sama: saya terlambat dan semua kuota Ausbildung yang mereka tawarkan sudah penuh. Maka dari itu ada baiknya mengirim pendaftaran sebanyak mungkin, dengan begitu kamu paling tidak ada pilihan, Arbeitgeber mana yang mau kamu ambil ☺
     Lalu, apa yang perlu kamu lakukan untuk pendaftaran Ausbildung? Pertama dan yang terpenting adalah mengetahui minat atau jurusan Ausbildung apa yang akan kamu ambil dan di mana (Tip: cek di sini!). Dari sana kamu bisa menemukan persyaratan apa saya yang perlu dipenuhi oleh tiap Wunscharbeitgebermu (Tip: kontak/temui Arbeitgebermu jika perlu). Setelah pendaftaran diri dikirim, antisipasi panggilan wawancara oleh Wunscharbeitgebermu -dan tentu saja kontrak Ausbildung kamu!

Info: link Ausbildung di atas bisa hanya sebagai panduan dalam memilih jurusan dan Arbeitgeber mana yang ingin kamu ambil, tapi tidak menutup kemungkinan kamu untuk mendaftar di Arbeitgeber pilihan yang tidak tertera dalam link tersebut.

Vorstellungsgespräch: erste- und die einzige Chance

     Jika Wunscharbeitgebermu tertarik, kesempatan pertama akan diberikan lewat undangan wawancara (Vorstellungsgespräch). Di sini kamu diberikan satu kali kesempatan untuk 'mempresentasikan' dirimu sebaik-baiknya; tidak hanya kesan pertama, mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan yang berpotensi akan diberikan adalah hal yang esensial untuk dilakukan. Maka dari itu saya akan mencoba merangkum beberapa tips yang mungkin bisa membantu 

Pakaian
     Sesuaikan pakaianmu dengan jenis pekerjaan/tempat Ausbildung yang kamu pilih. Saya ambil contoh jika kamu diwawancara sebagai Krankenpflegerin (perawat), kamu diharapkan berpakaian rapi, terawat, dan bersih; dalam arti tanpa cat kuku, sepatu bersih, make-up tidak menonjol, dan rambut rapi (atau diikat kuda). Sebaliknya, jika kamu mendaftar untuk menjadi pegawai (Kauffrau), tentu kamu diperbolehkan menggunakan cat kuku dan diharapkan memakai pakaian formal. Ingat, penampilan adalah kesan pertama yang didapat pewawancara!

Personal
     Usahakan datang sepuluh (atau lebih) menit lebih cepat dari janji wawancara, di sisa waktu ini kamu bisa mempersiapkan dirimu lebih baik -tidak mau kan kamu diwawancara sambil bercucuran keringat? Oh ya, tentu saja akan lebih baik jika kamu sehari sebelumnya mendatangi kantor tempat kamu diwawancara atau paling tidak meng-google di mana lokasi wawancaramu. Di sini, jabat tangan adalah kesan kedua yang didapat oleh pewawancara.

Pertanyaan
     Di sini pewawancara akan berusaha mendapatkan informasi tentang kamu sebanyak-banyaknya, dan tentu saja sebaliknya, di kesempatan ini kamu dapat menilai Wunschabeitgebermu. Biasanya kamu akan diminta menjelaskan tentang dirimu.

Do✓
     Persiapkan jawaban dengan menulis data penting apa saja yang perlu diketahui oleh pewawancara tentang kamu, apakah itu pengalaman, atau hal menarik yang pernah kamu lakukan dan berpotensi untuk memenangkan hati Wunscharbeitgebermu.
Don't✗
     Menjelaskan semua apa yang tertulis di Lebenslaufmu!

     Pertanyaan berpotensi kedua biasanya akan diawali dengan 'Warum?' alias Mengapa. Mengapa kamu mendaftar di Wunscharbeitgeber, tentu banyak Arbeitgeber lain yang menawarkan  pekerjaan yang serupa. Selanjutnya, jelas kamu juga akan ditanya mengapa kamu menginginkan pekerjaan ini. Pertanyaan terakhir ini bisa juga diutarakan pewawancara dengan pertanyaan menjebak lainnya, seperti mengapa mereka harus memperkerjakan kamu.

Do✓
     Penting untuk mengetahui keunggulan Wunscharbeitgeber dibandingkan perusahaan lain, jadi lakukan penelitian untuk itu dan informasi dirimu sendiri tentang mereka!
     Ketahui potensi apa saja yang kamu punya dan kelemahan yang perlu kamu ubah.

     Selanjutnya pewawancara juga akan mungkin bertanya sedikit tentang kehidupan privasimu, seperti visi dan misimu untuk beberapa tahun ke depan atau kehidupan sosialmu. Menurut pengalaman, terkadang saat interview kamu juga akan dites secara tulisan atau diminta pendapatmu terhadap sebuah masalah -tentu keduanya yang berhubungan dengan pekerjaan yang kamu inginkan. Tentu tidak ada salahnya untuk mempersiapkan jawaban untuk ini, bukan? ☺

Semoga bermanfaat!
   

Wednesday, October 14, 2015

Wichtige Unterlagen: Ausbildung zur Gesundheits- und Krankenpfleger

     Berminat untuk melanjutkan studi lewat Ausbildung? Atau sedang mencari tahu soal persyaratan apa saja yang mungkin kamu butuhkan untuk mendaftarkan diri ke Ausbildung? Dan post kali ini tepat untuk kamu ☺ Kali ini saya mencoba mengulas secara singkat persyaratan apa saja yang mungkin kamu perlukan untuk pendaftaran Ausbildung, khususnya untuk jurusan keperawatan yang saya ambil.

Entrittskarte zum Vorstellungsgespräch

     Menurut saya, ada tiga syarat pendaftaran yang esensialnya diminta oleh semua Arbeitgeber; entah itu kamu mendaftar Nebenjob, Au-Pair, BFD/FSJ, Ausbildung, atau bahkan di beberapa jurusan Universitas, yaitu Anschreiben alias surat pendaftaran diri, Lebenslauf alias CV, dan PassbildAnschreiben, rangkuman isi seluruh dokumen pendaftaran kamu di dalam satu lembar A4 yang selalu berada di paling depan berkas pendaftaran. Penting? Sangat. Di sini kamu berkesempatan untuk memperkenalkan diri kamu secara singkat dan mengapa kamu mendaftar ke Arbeitgeber tersebut untuk jurusan tertentu. 
     Kedua adalah Lebenslauf alias CV, di sini kamu berkesempatan menjelaskan tentang kamu lebih detail, mulai dari data diri, pengalaman apa saja yang pernah kamu kumpulkan sejauh ini, hobi, atau apapun yang kamu pikir dapat memperbesar kesempatan kamu untuk diundang ke wawancara. Terakhir adalah Passbild, tentu, Arbeitgeber tidak mau membeli kucing dalam karung. Tiga syarat tersebut adalah tiket masuk kamu ke proses wawancara, maka tentunya harus dipersiapkan sedemikian rupa hingga memancing rasa keingintahuan si pewawancara nantinya.
   
Cr: mallorcazeitung.es
Do✓
   Singkat, padat, dan jelas untuk Anschreiben.
   Susun Lebenslauf kamu semenarik mungkin tanpa merusak fungsinya. Cek di sini untuk ide-idenya!
   Tulis hobi kamu secara detail (contoh bermain musik A atau membaca buku tema B) dan kompak.

Don't✗
   Hindari pengulangan isi Lebenslauf di Anschreiben
 
Info:
   Kolom Familie dan Hobby tidak harus ditulis dalam Lebenslauf.

Dafür brauchen wir auch bestimmt leckere Snacks

     Di samping tiga persyaratan yang disebutkan di atas, ada beberapa dokumen lain yang perlu dipersiapkan sebagai infomasi tambahan yang berguna untuk Wunscharbeitgebermu; die Zeugnisse. Pertama adalah Schulabschlusszeugnis alias ijazah tanda tamat sekolah yang terakhir -dan tentu, yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman dan dilegalisir. Selanjutnya ada Prüfungs- atau Sprachzeugnis, yang mana sangat menguntungkan buat kita para pendatang. Di sini kamu bisa melampirkan hasil tes bahasa Jerman terakhir yang kamu ambil atau bahkan bahasa lain yang berkorelasi dengan jurusan Ausbildung kamu.
     Ijazah yang ketiga adalah Führungszeugnis yang bisa dikatakan sebagai surat tanda kelakuan baik kamu selama di Jerman. Surat ini kamu bisa dapatkan di Bürgeramt terdekat dengan membawa Pass atau Aufenthaltstitel (surat ijin tinggal kamu di Jerman). Kita juga diharuskan membayar sekitar 15€ hingga 25€ untuk ini dan proses lama dibuatnya berkisar dua hingga tiga minggu hari kerja. Terdapat dua macam Führungszeugnis yang ditawarkan oleh pemerintah Jerman, yaitu untuk tujuan personal (contohnya untuk dokumen pendaftaran diri) dan tujuan khusus (ditujukan langsung ke Arbeitgeber tertentu, di sini kamu akan diminta surat pernyataan bahwa perusahaan tersebut membutuhkan ijazah ini). Macam ijazah terakhir yang mungkin diminta adalah Gesundheitszeugnis alias surat sehat yang bisa kamu dapatkan dari Hausarztmu.

Do✓
   Simpan Führungszeugnis aslimu!

Ein Cola zum Vorstellungsgespräch ist auch nicht schlecht, oder?

     Die Bescheinigungen akan memperlengkap map pendaftaran dirimu kali ini. Mulai dari Arbeitsbescheinigung bagi kamu yang sedang bekerja atau dalam program FSJ/BFD (bisa diminta pada Arbeitgeber kamu yang sekarang), vorherige Tätigkeitsbescheinigung hingga Mitgliedbescheinigung der Krankenkasse. Selain itu data-data seperti Identifikations- und Rentenversicherungsnummer juga mungkin diminta, berkaitan dengan perhitungan gaji kamu nantinya.

Info:
   Jika kamu diminta beglaubigte Unterlagen dari Arbeitgeber, data-data kecuali Passbild dan Geburtsurkunde (akte kelahiran, harus dibawa ke Standesamt terdekat)  bisa dilegalisir di Bürgeramt (biaya sekitar 8€ per lembarnya). 


Perlengkapan pendaftaran diri ini akan berbeda tergantung tiap Arbeitgeber dan jurusan yang kamu ambil, tapi saya tetap berharap kalau tulisan ini berguna untuk kamu. Und viel Erfolg wünsche ich Dir mit Deiner Bewerbung!




Friday, July 31, 2015

FSJ? Nein, ich mache BFD!

     Tak terasa masa BFD saya dalam beberapa hari akan berakhir! Hmm... so ein komisches Gefühl habe ich gerade....

     Nah, apakah kalian sadar kalau saya menulis 'BFD' bukan 'FSJ'? Setelah beberapa minggu memulai masa 'FSJ', saya akhirnya mengerti penuh beda antara Bundesfreiwilligendienst dan freiwiliges soziales Jahr. Pada dasarnya BFD maupun FSJ mirip, hanya ada beberapa kondisi yang mendefinisi mereka berbeda. Jadi, mari pertama-tama bahas perbedaan antara BFD dan FSJ!
     Bundesfreiwilligendienst singkatnya adalah salah satu kesempatan yang diberi negara Jerman untuk siapa pun (pria/wanita) di segala umur; artinya tidak ada batas maksimal umur. Bidang yang ditawarkan pun beragam, mulai dari bidang sosial, ekologi, kultur, olahraga, maupun bencana alam. Selain itu juga diberikan kemungkinan untuk mengulang beberapa kali dalam setiap lima tahun. Kontrak yang akan diberikan pun dibuat antara pendaftar, tempat kalian akan bekerja (Einsatzstelle), pemberi kerja (Träger), dan pemerintah federal. Khusus untuk pendaftar yang berumur lebih dari 27 tahun, diberikan kemungkinan untuk bekerja paruh waktu dan kontrak dapat dimulai sesegera mungkin.
     Sedangkan freiwiliges soziales Jahr lebih ditujukan kepada anak-anak muda yang baru saja selesai sekolah atau memutuskan untuk mengambil Berufsschule; diberi batasan umur hingga 27 tahun. Jika kalian mendaftarkan diri sebagai FSJ, kemungkinan pengulangan tidak diberikan. Jika pada BFD persetujuan pemerintah federal dibutuhkan saat penerimaan, untuk FSJ, sebaliknya, tidak ada campur tangan pihak pemerintah federal. Dengan begitu, kontrak yang dibuat pun hanya antara pendaftar, Einsatzstelle, dan Träger, Untuk bidang pekerjaan, FSJ hanya diperuntukkan untuk bidang sosial.*
     Di balik perbedaan yang ada, ada beberapa persamaan yang dimiliki baik BFD dan FSJ juga, diantaranya adalah batas minimal umur, yaitu 16 tahun untuk warga Jerman dan 18 tahun untuk warga non Jerman. Selain itu, pendaftar untuk BFD (di bawah umur 27 tahun) maupun FSJ diharuskan bekerja dengan waktu penuh (berkisar 7,57 jam per harinya) dan kontrak dimulai antara bulan Agustus hingga Oktober. Kontrak yang dibuat pun mungkin diperpanjang hingga 18 bulan; dengan lama kontrak pertama tidak kurang dari 6 bulan dan tidak lebih dari 12 bulan.
     Beberapa kondisi lain seperti Taschengeld, seminar yang akan diberikan, dan hak-hak lainnya bergantung pada tempat kalian bekerja (Einsatzstelle) nantinya dan pemberi kerja (Träger).

Cr: http://www.bundesfreiwilligendienst.de/

Landesbildungszentrum für Blinde Hannover
 
     Pada kesempatan ini saya juga ingin menceritakan lebih detail tentang di mana dan apa yang saya kerjakan selama sepuluh bulan terakhir (lagi-lagi 10 bulan! hehe). Pada tanggal 10 September 2014 saya memulai masa Bundesfreiwilligendienst saya (link) di sebuah sekolah buta di kota Hannover dan satu-satunya sekolah buta di bagian federal Niedersachsen, Landesbildungszentrum für Blinde (LBZB). Anak-anak yang bersekolah di sini tidak hanya buta, namun juga tuna ganda, di mana mereka membutuhkan pertolongan intensif. Umur mereka pun beragam dan dikelompokkan per kelas bedasarkan kemampuannya. Di kompleks sekolah LBZB ini mereka tidak hanya memiliki satu gedung sekolah (beserta ruang konser, ruang musik, museum, dan ruang gymnastik di dalamnya), juga ada tiga gedung asrama (Internat), di mana anak-anak yang dititipkan oleh orang tuanya dari hari Senin hingga Jum'at tinggal, dan tiap gedung memiliki 3 grup di dalamnya.

Cr: www.lbzb.de

     Selain itu, mereka juga memiliki satu gedung khusus untuk berbagai macam terapi, gedung olahraga (fitness, kolam renang, dan lapangan tertutup), lapangan olahraga, dan berbagai macam fasilitas lainnya yang dibutuhkan oleh anak-anak di sana. Saya cukup kagum dengan betapa terorganisasinya sekolah ini dengan segala fasilitasnya. Tidak hanya sampai di sana, kita para FSJ/ BFD pun diperbolehkan menggunakan ruangan tertentu seperti ruang fitness, ruang musik, lapangan olahraga, dan lainnya. Di awal Juni 2015 kemarin saya baru mengetahui bahwa sekolah ini juga bekerja di bawah naungan sebuah organisasi yang juga bekerja sama dengan dua sekolah tuna netra di Indonesia dan beberapa sekolah dari Asia (Filipina, Hong Kong, Taiwan, dan Myanmar).

     Berminat mendaftar FSJ/ BFD di sini?
     LBZB menyediakan 26 tempat untuk para FSJ/ BFD per tahunnya dan dimulai per tanggal 1 September dan diakhiri tanggal 31 Juli tahun berikutnya. Dari 26 tempat ini, terdapar dua pilihan, apakah kamu akan ditempatkan di sekolah (kelas) atau di Internat (asrama). Lama kerja di dua tempat ini sama, 38,5 jam per minggunya. Bedanya, jika kamu bekerja di sekolah (kelas), maka jam kerja kamu adalah jam kerja rutin; berkisar dari pukul 8 pagi hingga 14:30 di sore hari (Senin hingga Jum'at). Sedangkan di Internat, jam kerja kamu lebih fleksibel dan terbagi menjadi dua shift; shift pagi dari pukul 6 pagi hingga 2 siang atau shift siang dari pukul 12 siang hingga 20 malam hari.
     Personal yang bekerja di sini pun baik dan sangat terbuka dengan pendatang baru ataupun dengan status orang asing seperti kita. Berbagai hak yang akan kamu dapatkan selama membantu di sana singkatnya antara lain uang saku sebesar 400€, mendapat makan siang (juga terdapat menu untuk para vegetarian), mendapat akomodasi (apartemen, terletak di dalam kompleks LBZB juga, kamu tidak perlu membayar apapun lagi), dan kamu mendapat potongan khusus untuk pembelian kartu tranportasi. Selain itu, kamu juga diperbolehkan menggunakan ruang musik, ruang olahraga, dan ruang fitness yang ada. Untuk banyaknya hari libur yang kita dapat, berdasarkan kontrak kita mendapat 27 hari libur, yang mana saya tidak pernah ambil. Kenapa? Karena tanpa 27 hari libur ini pun sudah banyak sekali hari libur yang saya dapat dari sekolah. Keuntungan bekerja di sekolah yaitu jadwal libur kerja sama dengan jadwal libur anak sekolah! :)
     Tentu mereka pun mengantisipasi hal yang baik dari kamu juga, kamu diharapkan bisa bekerja fleksibel, mau jujur dan terbuka dengan tim (dengan begitu tim bisa membantumu jika kamu mendapat masalah), dan yang terpenting, bisa berbahasa Jerman (B1 Niveau atau bisa berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari). Saya pribadi bahkan tidak pernah bisa berkeluh kesah selama menjalankan FSJ/ BFD saya di LBZB, bukan karena tidak diperbolehkan tapi lebih ke tidak ada hal yang perlu dikritik. Bukan hanya dari personal LBZB saja yang baik dan terbuka, juga personal dari Träger (GIS GmbH) yang mendampingi saya selama 10 bulan ini. Mereka akan memastikan kalau kamu memang nyaman bekerja di LBZB dan mengecek secara berkala. So ein tolles Jahr hatte ich da :)


*Lebih lanjut untuk freiwilliges Jahr bidang ekologi (FÖJ) atau kultur (FKJ).

Wednesday, September 10, 2014

FSJ/ BFD: Awal yang Baru

      Satu September kemarin pertemuan pertama saya dengan teman-teman seperjuangan nanti, kebanyakan berumuran 18-19 tahun, alias fresh graduate dari Abitur mereka. Hanya saya dan eine andere junge Frau dari Kenya yang Ausländer, lainnya orang Jerman tulen! Keesokan harinya, 2 September, berangkatlah saya dan teman-teman ke Norddeich, Norden, Niedersachsen untuk Seminarreise kami. Kota Norddeich ini terletak di pinggir laut Barat Jerman. Seminar ini diadakan sampai tanggal 7 September.
      Jadi apa yang dilakukan saat seminar selama 6 hari? Dalam pikiran saya dan teman-teman, kami bakalan duduk diam manis di sebuah ruangan dan sie klatschen uns voll; tapi nyatanya tidak!
      Hari pertama, kami berangkat dari Hannover Hauptbahnhof 11.20 dengan estimasi sampai di Norden sekitar pukul 4 sore. Tapi ternyata kereta regional yang kami tumpangi rusak, sehingga dialihkan dengan kereta IC dan sampai di Norden hampir pukul 6 sore. Di sana, kami menginap di guest house ,,To Huus" dan saya bersama 4 teman lainnya sekamar. Karena kami akan tinggal di sana cukup lama, 6 hari, dan tanpa pelayan, maka dibutuhkan relawan untuk saling membantu menyiapkan segala sesuatu. Misalnya relawan untuk makan pagi, maka relawan-relawan ini perlu bangun lebih pagi dari pada yang lainnya untuk membantu menyiapkan makan pagi lainnya setiap hari. Selain relawan untuk makan pagi, juga ada relawan untuk makan siang, makan malam, dapur, toilet, bersih-bersih lantai, bersih-bersih ruang seminar, dan relawan untuk sampah. Di sini, saya dan 4 teman sekamar saya memilih untuk membantu bersih-bersih sampah.
      Di Norden, sampah perlu dipisah secara teliti. Maka itulah tugas kami, memastikan sampah masuk ke kantung yang benar. Memang terbayang di benak akan sangat menjijikkan, tapi ternyata tidak (malah asyik!). Kami juga diberikan sarung tangan karet dan disinfektan untuk itu.
       Hari kedua hingga hari kelima, kami diberi tugas, baik sendirian, berdua, maupun berempat. Mulai dari membuat plakat data diri, mengandaikan masa depan, hingga membuat presentasi mengenai penyakit yang mungkin kami temui di tempat kami membantu, Landesbildungszentrum für Blinde Hannover. Saya mendapat kesempatan untuk mempresentasikan mengenai kebutaan dan keterbatasan melihat (Blindheit und Sehbeeinträchtigung), sebuah tema yang pas sekali dengan kami.
      Saat presentasi, kami mengenal lebih banyak penyakit baru dan cara menangani penderitanya. Salah satu penyakit yang paling menyentuh hati adalah NCL, di mana penderitanya dilahirkan normal (semua indera bekerja) namun menginjak usia anak-anak penglihatannya akan mulai terbatas. Mulanya mereka terbatas penglihatannya (pinggiran tak terlihat) hingga buta total akhirnya. Tidak hanya sampai di situ, si penderita juga akan tahu bahwa umur mereka setelah buta total tidak lama lagi.
      Di selang-selang pembuatan presentasi, kami tentu saja mendapat hiburan. Hari ketiga, kami berkesempatan bermain sepeda (biaya ditanggung Träger! ;)) dan di kesempatan ini saya dan beberapa teman pergi ke pantai. Selain itu, keesokan harinya, kami juga berkesempatan mendengarkan cerita anak-anak dengan duduk melingkari api unggun di dalam tenda. Hari kelima malam, kami mengadakan pesta perpisahan, dan yang pasti diiringi pesta bir.

September 2014, Pantai Norddeich.

September 2014, pantai Norddeich.

     Hal yang paling asyik dari seminar ini adalah hal yang dilakukan kami pada hari kelima; kami berkesempatan merasakan bagaimana buta. Jadi kami dipasang-pasangkan berdua-dua dan diberi waktu 4 jam untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Dua jam pertama, pasangan saya akan memakai penutup mata dan menjadi 'buta', sedangkan saya menjadi penuntunnya. Selama dua jam ini, saya harus menyelesaikan semua tugas yang diberikan, mulai dari menemukan alat unik di sebuah sekolah, makan es di pusat kota, membeli kartu pos dan meminta pasangan saya dengan masih mata tertutup menulis kartu post tersebut dan di akhiri dengan mengirim kartu pos tersebut.
      Di kesempatan ini, kami benar-benar menyadari bagaimana menjadi buta; bagaimana reaksi orang sekitar, bagaimana indera lain kami menajam, bagaimana perasaan menjadi buta, dan lainnya. Tujuannya, kami bisa menangani pelajar-pelajar buta dengan baik, karena kami sudah merasakan bagaimana menjadi buta.
      Dan akhirnya di hari keenam, sedikit berberes-beres, berpamitan dengan pekerja dari Träger, dan berangkatlah kami kembali menuju Hannover (dan lagi-lagi kami 'dievakuasi' dari kereta regional ke kereta IC lantaran perbaikan rel!).

Thursday, August 28, 2014

die ganz nette Familie

      29 Agustus 2014, hari di mana umur saya berganti dan harusnya menjadi hari yang menyenangkan. Di hari ini juga saya harus bersibuk ria memenuhi janji saya dengan Ausländerbehörde dalam rangka mengganti visa dan siangnya bertemu untuk terakhir kalinya dengan teman seperjuangan, Anna. Sorenya saya segera bertolak ke Hannover, karena 1 September nanti masa FSJ dimulai.
       Sungguh beruntung bisa berkenalan dan dipertemukan dengan keluarga Tillmann dan Juraschek ini. Banyak temen seperjuangan yang saya kenal, mendapat banyak masalah dengan Gastfamilie mereka, entah dengan sang orangtua ataupun sang anak. Tidak terbayang jika saya 'jatuh' ke keluarga lain dan berakhir seperti teman-teman saya, baik ganti keluarga maupun menahan hati.
      Tiga hingga empat bulan pertama saya hanya berbicara bahasa Inggris, tapi mereka memaklumi. Banyak kesalahan dan kelalaian yang saya lakukan, tapi mereka dengan sabar mengajari saya. Banyak masalah yang saya hadapi dengan kehidupan di Jerman, tapi mereka dengan senang hati membantu memberi nasihat dan jalan keluar.
      Rasa keingintahuan saya terhadap dunia, mulai dari sejarah, geologi, hingga alam, terjawab sudah oleh penjelasan sang Gastvater. Banyak penjelasan mengenai pendidikan dan kultur Jerman diberikan oleh sang Gastmutter. Untuk soal masak, saya juga berguru dengan mereka. Saya akan merindukan hari-hari di mana kurang lebih jam 6 sore sang Gastvater pulang kerja sambil membawa bahan makanan yang perlu saya masak; atau saat sang Gastmutter ikut membantu masak saat saya kehabisan ide. Juga saat Gastmutter membawa saya ke kota sebelah dan ngafè sambil cerita masa lalu, atau saat Gastvater saya yang masih sakit pinggangnya rela membawa saya ke kota sebelah untuk kepentingan saya. Juga saat Gastvater memainkan piringan hitamnya saat makan malam dan sang Gastmutter ikut bernyanyi.
      Saya juga akan merindukan saat saya menunggu si 'kecil' pulang ke rumah, atau saat ia terburu-buru pergi ke kelas musiknya di hari Senin, atau saat ia bermain drum di hari Kamis sebelum kursus biolanya. Terkadang terdengar juga alunan nada indah biolanya di siang hari sepulang sekolah. Tak jarang juga ia membuat kue dengan teman-temannya atau bernyanyi di kamarnya diiringi musik -mulai dari pop hingga rap-, tapi jangan salah, suaranya merdu! Sang kakak yang seorang penyanyi dan penulis lagu ini, walaupun jarang pulang, saya akan merindukan saat ia duduk mengerjakan tugas kuliahnya di ruang makan.
      Oma, yang dulunya seorang seniman tanah liat aktif, kini senang sekali menanam buah-buahan di kebun belakang rumahnya. Saya akan merindukan kue-kue buah hasil tanaman sang Oma, baik Himbeere maupun Pflaumen, beide waren echt lecker! Berbeda dengan Oma, Opa lebih suka memasak. Selain masakannya, saya juga akan merindukan saat Opa memeriksa tekanan darahnya setiap sehabis makan dan mencatatnya di tabel dengan rapinya.
      Beruntung, tak sekalipun kami terlibat masalah satu sama lain. Terima kasih sudah bersedia menjadi keluarga baru untuk saya di sini. Dan lagi-lagi, beruntung saya dipertemukan dengan keluarga hebat ini. Hab euch Lieb und werde euch sofort vermissen... Wenn mein neue Aufenthaltstitel fertig ist, dann werden wir uns wieder treffen, hoffentlich!

Wednesday, August 27, 2014

Wichtige Unterlagen: FSJ/ BFD

      Sudah mendapat tempat FSJ dan tanda tangan kontraknya? Maka kamu harus bersiap-siap dimintai dokumen penting untuk masa FSJ-mu oleh Arbeitgeber. Berikut beberapa dokumen yang mungkin akan diminta;

      Surat kesehatan dari dokter
      Arbeitgeber biasanya akan melampirkan surat sehat yang hanya perlu diisi dokter (dokter umum). Dokter akan mengecek tekanan darah dan lainnya, dan jika diperlukan kamu juga bisa diminta melakukan vaksinasi (biaya perlu ditanyakan terlebih dahulu, diganti atau tidak, karena vaksinasi di Jerman biayanya cukup tinggi).

      Identifikationsnummer/ Steueridentifikationsnummer
      Sesaat setelah kamu melapor diri ke Ausländerbehörde terdekat, kamu akan menerima surat berisi Identifikationsnummer ini. Nomor ini berlaku seumur hidup dan tidak bisa diganti. Maka simpan baik-baik dan jangan beri ke pihak ketiga.

      Mitgliedbescheinigung der Krankenkasse/ surat pernyataan anggota dari asuransi kesehatan
      Dari sekian banyak asuransi kesehatan yang ada di Jerman, kamu bisa memilih salah satu dan mendaftar di sana. Setelah selesai pendaftaran, kamu akan menerima surat keterangan konfirmasi bahwa kamu sudah terdaftar di asuransi kesehatan tersebut. Surat inilah yang perlu kamu berikan jika dimintai Mitgliedbescheinigung der Krankenkasse.

      Vollständige Bankverbindung
      Lagi-lagi, kamu hanya perlu memilih salah satu dari sekian banyak bank yang ada di Jerman. Untuk pembuatan Konto, kamu perlu membuat janji terlebih dahulu. Proses pembuatan berkisar 30 menit sampai satu jam. Namun, untuk mendapatkan kartu ATM, PIN (mulai dari PIN ATM, PIN Online-Banking hingga PIN Telephone-Banking) memakan waktu 1-2 minggu.
      Satu hal yang mungkin perlu dipertimbangkan saat memilih bank adalah fee perbulan (sekitar 6-10€ per bulannya, lumayan sakit kan ya di sini *tunjuk dompet*) yang ditarik bank tersebut. Dalam hal ini, saya menganjurkan kamu untuk membuka rekening di Deutsche Bank. Kenapa? Karena di sana ada yang namanya das Junge Konto, alias rekening untuk anak muda. Jadi kita tidak dimintai fee per bulannya alias gratis. Das Junge Konto ini hanya dapat dibuat oleh pelajar dan Bundesfreiwilligendienst (termasuk FSJ). Maka saat pendaftaran, bawa kontrak FSJmu.

      Lohnsteuerabzug
      Dokumen satu ini bisa kamu minta dari Finanzamt terdekat di kotamu; bisa tanpa janji terlebih dahulu dan hanya membutuhkan Aufenthaltstitelmu. Surat ini berisi tanggal lahirmu dan tingkat pajak yang diberikan padamu. Setiap orang yang bekerja, entah mini-job, part-time, midi-job dan full-time akan memerlukan surat ini.

      Rentenversicherungsnummer
      Nomor ini ada pada Sozialversicherungsausweis (berlaku seumur hidup) yang kamu terima dari Krankenkasse kamu. Jika kamu belum mendapatkan dokumen ini, email/ telefon segera Krankenkasse yang akan mengansuransi kamu selama FSJ nanti. Isi dari dokumen ini adalah nomor pensiun kamu, jadi jika kamu sudah pensiun nanti, kamu berhak mendapat tunjangan dari pemerintah Jerman.

      Erstbelehrung des Gesundheitsamts
      Bisa dibaca di sini.

      Freiwilligendienstausweis
      Data yang satu ini berbentuk kartu, layaknya KTP bagi kita para Bundesfreiwilligendienst. Tertera diatasnya data diri kita dan data Arbeitgeber kita. Kartu ini akan kamu dapatkan dari Bundesamt für Familie und zivilgesellschafliche Aufgaben yang menangani kontrak FSJmu.

[Update]
      Aufenthaltstitel/ Aufenthaltsbescheinigung 
      Ini salah satu dokumen yang paling kami butuhkan jika kamu ingin melakukan FSJ, surat ijin tinggalmu di Jerman. Bagaimana cara mendapatkannya? Oke pertama-tama, apakah kamu sudah di Jerman?
        1. Ya, maka apakah kamu akan membantu di kota yang sama dengan tempat tinggalmu sekarang? Jika ya: 3; jika tidak: 4.
        2. Tidak. Maka ke: 5.
        3. Maka langsung hubungi Ausländerbehörde yang berada di kotamu atau yang membawahi kotamu (misal karena kota tempatmu tinggal terlalu kecil). Sebisa mungkin ditelpon, mereka sangat jarang sekali membalas e-mail. Jelaskan pada mereka, kamu ingin mengajukan visa FSJ dan mulai butuh (saat masa FSJ dimulai) pada tanggal berapa.
       4. Maka langsung hubungi Ausländerbehörde tempat kamu tinggal sekarang, sebaiknya di telpon.
       5. Maka ajukan visa FSJmu di kantor kedutaan Jerman di Indonesia terdekat.
     Setelah menghubungi Ausländerbehörde, biasanya kamu akan diminta mengisi formulir pengajuan visa dan kontrak FSJmu. Pihak Ausländerbehörde akan menyusun janji untuk pembuatan visa barumu. Bagi kamu yang akan membantu di kota lain, maka setelah visamu jadi diurus di kota asalmu, kamu akan dibuatkan janji dengan Ausländerbehörde di kota tujuanmu (tempat kamu akan membantu). Di sini, kamu perlu melaporkan dirimu jika kartu 'KTP'(Aufenthaltstitel)mu sudah jadi (prosesnya berkisar 1 bulan, sejak janji pengajuan visamu hingga 'KTP'mu jadi). Biayanya 80€ -dan mungkin ada variasi harga di tiap kota-.

Friday, August 15, 2014

Erstbelehrung des Gesundheitsamts: Was ist das denn?!

      Salah satu dokumen penting yang harus saya bawa untuk mengawali masa FSJ saya adalah Erstbelehrung des Gesundheitsamts. Apa itu? Awalnya saya juga bingung, karena biasanya Arbeitgeber hanya meminta surat keterangan sehat dari dokter, bahkan Gasteltern saya pun ikut bingung haha.. Selasa kemarin saya mendapat 'ijazah'nya Erstbelehrung ini dan baru mengerti.
       Pelajar/pekerja yang medan perangnya di dapur, pasti akan diminta Erstbelehrung ini. Selain itu, mereka yang juga bekerja untuk cafè, rumah sakit, dan sekolah juga berkemungkinan dimintai Erstbelehrung sebagai data penunjang aplikasi kerja.
      Jadi, apa itu Erstbelehrung? Singkatnya, mirip seminar pendek mengenai proteksi terhadap infeksi bahan pangan. Maka dari itu, mereka yang berkontak langsung (memasak dan mengolah makanan) dan tidak langsung (kontak dengan alat makan dan alat masak) dengan bahan pangan akan membutuhkan pengetahuan ini. Tidak hanya pengontak langsung dan tidak langsung, orang yang menangani bahan makanan sejak dipanen hingga diantar pun membutuhkan pengetahuan ini.
      Di sini, kamu akan dijelaskan bagaimana menangani bahan pangan, terkait dengan proteksi infeksi bahan pangan. Selain itu, juga dijelaskan syarat-syarat larangan bekerja bagi mereka yang terkena penyakit tertentu (contohnya, memiliki luka yang terinfeksi, hepatitis A dan E, tifus atau paratifus, kolera, dan penyakit lainnya). Jika kamu muntah-muntah, sakit perut, demam, kulit dan mata berwarna kekuningan, dan lukamu membasah, memerah, dan membengkak, segera ke rumah sakit dan memeriksakan diri. Kamu tidak diperbolehkan bekerja dan jika memaksa, akan dikenai denda 25000€.
      Setelah mendengar seminar secara lisan dan tulisan (mendapat surat informasi edaran), kamu akan menerima 'ijazah'nya Erstbelehrung berupa selembar kertas yang ditandatangani dan dicap Gesundheitsamt tempat kamu mengikuti seminar ini. 'Ijazah' inilah yang kamu perlukan untuk calon Arbeitgeber kamu dan berlaku hanya 3 bulan terhitung sejak pemberian 'ijazah' tersebut. Seminar ini hanya bisa kamu ikuti di Gesundheitsamt terdekat di kotamu dan biayanya 25€ (beserta 'ijazah').

Weitere Information: hier.