Salah satu dokumen penting yang harus saya bawa untuk mengawali masa FSJ saya adalah Erstbelehrung des Gesundheitsamts. Apa itu? Awalnya saya juga bingung, karena biasanya Arbeitgeber hanya meminta surat keterangan sehat dari dokter, bahkan Gasteltern saya pun ikut bingung haha.. Selasa kemarin saya mendapat 'ijazah'nya Erstbelehrung ini dan baru mengerti.
Pelajar/pekerja yang medan perangnya di dapur, pasti akan diminta Erstbelehrung ini. Selain itu, mereka yang juga bekerja untuk cafè, rumah sakit, dan sekolah juga berkemungkinan dimintai Erstbelehrung sebagai data penunjang aplikasi kerja.
Jadi, apa itu Erstbelehrung? Singkatnya, mirip seminar pendek mengenai proteksi terhadap infeksi bahan pangan. Maka dari itu, mereka yang berkontak langsung (memasak dan mengolah makanan) dan tidak langsung (kontak dengan alat makan dan alat masak) dengan bahan pangan akan membutuhkan pengetahuan ini. Tidak hanya pengontak langsung dan tidak langsung, orang yang menangani bahan makanan sejak dipanen hingga diantar pun membutuhkan pengetahuan ini.
Di sini, kamu akan dijelaskan bagaimana menangani bahan pangan, terkait dengan proteksi infeksi bahan pangan. Selain itu, juga dijelaskan syarat-syarat larangan bekerja bagi mereka yang terkena penyakit tertentu (contohnya, memiliki luka yang terinfeksi, hepatitis A dan E, tifus atau paratifus, kolera, dan penyakit lainnya). Jika kamu muntah-muntah, sakit perut, demam, kulit dan mata berwarna kekuningan, dan lukamu membasah, memerah, dan membengkak, segera ke rumah sakit dan memeriksakan diri. Kamu tidak diperbolehkan bekerja dan jika memaksa, akan dikenai denda 25000€.
Setelah mendengar seminar secara lisan dan tulisan (mendapat surat informasi edaran), kamu akan menerima 'ijazah'nya Erstbelehrung berupa selembar kertas yang ditandatangani dan dicap Gesundheitsamt tempat kamu mengikuti seminar ini. 'Ijazah' inilah yang kamu perlukan untuk calon Arbeitgeber kamu dan berlaku hanya 3 bulan terhitung sejak pemberian 'ijazah' tersebut. Seminar ini hanya bisa kamu ikuti di Gesundheitsamt terdekat di kotamu dan biayanya 25€ (beserta 'ijazah').
Weitere Information: hier.
Friday, August 15, 2014
Wednesday, August 6, 2014
10 Bulan di Jerman: Au-Pair -dua-
Setelah melewati bulan-bulan penuh waktu santai, akhirnya Mei pun tiba.
Mei
Awal bulan saya di telepon calon Arbeitgeber (hasil wawancara April kemarin) dan saat itu juga menyusun jadwal temu-kenal -Hospitation. Janji temu-kenal ini menuntut saya mencari tiket murah ke Bad Oeyhausen untuk tanggal 19, kota di Nordrhein-Westfalen yang dekat dengan perbatasan Niedersachsen.
Selang beberapa hari, saya mendapat surat dari Träger FSJ lain di Göttingen, kota bersejarah tetangga kota Hannover. Lewat surat itu, mereka mengundang saya untuk wawancara dan menentukan tempat FSJ mana yang cocok pada tanggal 16. Cocok, bukan? Jadi 16 Mei pagi saya berangkat dari Altena ke Göttingen dengan rute:
Altena-Hagen-Hannover-Göttingen
Siang hari saya sampai di Göttingen dan mulailah menerka-nerka peta untuk mencari lokasi wawancara. Setelah tanya sana sini, jalan bolak-balik, sampailah saya di gang kecil tempat gedung wawancara tersebut.
Setelah wawancara (hasil: mereka tidak menyediakan tempat tinggal buat saya dan harga kamar di Göttingen cukup miris untuk kantong saya), saya kembali ke Hannover dan menginap di sana hingga tanggal 19 pagi. (Sayangnya, karena perjalanan ini saya melewati perayaan ulangtahun Oma yang jatuh pada tanggal 18).
Pagi tanggal 19 saya berangkat dari Hannover menuju Bad Oeynhausen untuk janji temu-kenal dengan sang calon Arbeitgeber. Perjalanan dilanjutkan dengan rute Bad Oeynhausen-Dortmund-Hagen-Altena. Oke, semua berjalan lancar. Namun, setelah pulang saya mulai muntah-muntah dan berakhir di dokter. Ternyata virus, entah dari serbuk musim semi atau salah makan. Untungnya, di sini saya diberikan asuransi kesehatan (harus) oleh Gasteltern saya, maka dari itu saya hanya perlu membayar obatnyasaja (15€, cukup sakit saat membayar, hahaha)
Dua puluh empat Mei saya mengikuti tes Zertifikat Deutsch: Deutsch Abschlussstufe (untuk itu saya sudah mendaftar -juga di test kemampuan dan diberi persiapan- sebelum berangkat ke Göttingen dan membayar 115€). Setelah berkutat dengan buku seminggu sambil ditemani muntah-muntah, akhirnya tanggal 24 tiba. Singkatnya, semua berjalan aman dan lancar (kecuali saat saya perlu berlari ke tengah kota untuk fotokopi passport). Pulangnya, saya diajak Gastmutter saya menonton konser di Barendorf, Iserlohn.
Beberapa hari kemudian, teman Gastmutter saya datang dan di hari yang sama mereka mendapat kabar bahwa salah satu keluarga mereka, yang memutuskan backpacker-an sendiri di negara sekitar Jerman, kehilangan satu ransel berisi barang beharga (passport, kamera, kartu bank, dst) di Brüssel, Belgia. Esoknya, saya diajak menjemput Ibu yang kehilangan ranselnya ini di KJRI Brüssel.
Di KJRI Brüssel (jarak tempuh dengan mobil 5 jam pp), Ibu ini diberi passport pengganti dan dinasehati jika ingin melanjutkan perjalanan, bawa serta seorang yang juga berpaspor hijau. Akhirnya saya memutuskan untuk menemani si Ibu pergi ke Belanda keesokan harinya. Di Belanda, kami mengunjungi kota Apeldoorn, Amsterdam, Zaanse Schans, Vollendam, dan Madurodam dalam kurun waktu 3 hari.
Juni
Seminggu setelah kepulangan dari Belanda, saya diajak Gastvater saya untuk menonton konser musik Boogie dengan piano (das war echt super!) di Haus Opherdicke, lokasi tempat tinggal Großeltern saya.
Selang tiga hari kemudian, saya diajak kembali mengunjungi Großeltern saya, kali ini dalam rangka ulang tahun Opa. Kali ini Opa tidak menyiapkan makan siang, hanya kue-kue sambil minum kopi (khusus saya: teh). Setelah santai dan cerita sana sini, kami bersama-sama pergi ke restoran Jerman yang dikunjungi Gastvater saya terakhir kali 20 tahun lalu. Restorannya terletak di dalam hutan, dibangun sedemikian rupa hingga menyatu dengan alam, dan di sana kami disuguhi pemandangan yang luar biasa (sayang, saya lupa foto :D).
Akhir bulan, ada acara penting lagi yang diadakan kota Altena; peringatan Jugendherberge. Untuk itu, Gastsohn saya yang seorang penyanyi, ikut mengisi acara dan yang pasti saya ikut hadir, hehe Sayang, cuaca sedikit tidak menguntungkan hari itu.
Setelah acara selesai, kami bersama-sama menuju rumah makan Indonesia (pemiliknya orang Indonesia) di Iserlohn. Rasanya seperti di surga! Hahaha di sana kami mengambil paket all-you-can-eat dengan harga sekitar 18€ per orang. Kami juga menerima chinesischer Glückskuchen -kue keberuntungan(?).
Juli
Awal Juli saya memenuhi janji dengan dokter gigi saya, untuk melakukan professionelle Zahnreinigung. Apa itu PZ? Acara bersih-bersih gigi singkatnya; mulai dari pembersihan Zahnstein -kerak(?) gigi yang berdarah-darah dan ngilu, pembersihan sela-sela gigi dengan benang gigi, polirieren, dan fluoridieren (dua terakhir; acara pelapisan gigi dengan bahan aktif untuk melindungi gigi). Sayangnya, asuransi kesehatan saya tidak membayar untuk itu dan dikenakanlah saya biaya sebesar 105€.
Selang beberapa hari, saya kembali berangkat ke Hannover, untuk janji temu-kenal di salah satu calon Arbeitgeber saya (lihat di sini untuk ceritanya). Saat pulang, hasil tes Zertifikat Deutsch saya sudah sampai! Dan, zum Glück, hasilnya cukup memuaskan -tidak seperti tes A1 saya yang pas-pasan, hehe-.
Minggu-minggu setelahnya, saya mulai mengurus pembatalan dan perjanjian kontrak lama dan baru saya. Mulai menentukan tanggal kepindahan saya dari Altena, mulai mengepak barang-barang tak terpakai (misal: baju hangat), dan mulai mencari info soal Visa. Das ist ziemlich kompliziert, fand ich ._.
Agustus
Yak, 1 Agustus pun datang, artinya Mittelalterfest dimulai! Apa itu Mittelalterfest? Semacam perayaan ala abad pertengahan, mulai dari makanannya, pakaiannya, perhiasan yang di jual, dan lain sebagainya. Untuk 3 hari ini (1-3 Agustus), pengunjung dapat merasakan bagaimana hidup pada jaman abad pertengahan.
Pada tanggal 2 Agustus, saya mendapat kesempatan untuk ikut andil peran sebagai warga abad pertengahan. Mulai dari pakaian, makanan, tidur di tenda, tanpa listrik, dan, tentu saja, tanpa Handy. Sungguh pengalaman tak terlupakan! Saat berjalan-jalan Di Mittelaltermarkt, seorang Ibu baik hati yang tergabung dalam Castellani (pemeran abad pertengahan), membelikan saya cincin indah sebagai hadiah ulang tahunyang terlalu pagi!
Selain itu, juga ada Orientalmarkt, di mana dijual juga makanan/benda khas Oriental-nya abad pertengahan.
Dua Agustus malam pukul 23:45 saya pulang berjalan kaki dari kastil Altena menuju rumah saya. Sebelum pulang, Ibu baik hati tersebut mengajari saya bagaimana melawan pria-pria nakal di jalan, seandainya ada. Lewat acara ini, saya juga mengenal banyak teman baru (Oi alle, alles Gute bei Euch!) :D
Dan kini saatnya memusingkan pembuatan Visa FSJ, waktu tak banyak lagi, tinggal 3 minggu tersisa. Minggu depan saya sudah membuat janji di Gesundheitsamt Iserlohn, untuk melakukan untukpengecekan seminar kesehatan yang diperlukan Arbeitgeber saya. Biaya yang dibutuhkan 25€! Oke, akun bank saya mulai menangis, haha
Besok, saya dititahkan Gastvater saya untuk melakukan hal penting di pusat kota dan berencana membuat janji untuk pembuatan Visa FSJ. Semoga berjalan dengan lancar!
Mei
Awal bulan saya di telepon calon Arbeitgeber (hasil wawancara April kemarin) dan saat itu juga menyusun jadwal temu-kenal -Hospitation. Janji temu-kenal ini menuntut saya mencari tiket murah ke Bad Oeyhausen untuk tanggal 19, kota di Nordrhein-Westfalen yang dekat dengan perbatasan Niedersachsen.
Selang beberapa hari, saya mendapat surat dari Träger FSJ lain di Göttingen, kota bersejarah tetangga kota Hannover. Lewat surat itu, mereka mengundang saya untuk wawancara dan menentukan tempat FSJ mana yang cocok pada tanggal 16. Cocok, bukan? Jadi 16 Mei pagi saya berangkat dari Altena ke Göttingen dengan rute:
Altena-Hagen-Hannover-Göttingen
Siang hari saya sampai di Göttingen dan mulailah menerka-nerka peta untuk mencari lokasi wawancara. Setelah tanya sana sini, jalan bolak-balik, sampailah saya di gang kecil tempat gedung wawancara tersebut.
Setelah wawancara (hasil: mereka tidak menyediakan tempat tinggal buat saya dan harga kamar di Göttingen cukup miris untuk kantong saya), saya kembali ke Hannover dan menginap di sana hingga tanggal 19 pagi. (Sayangnya, karena perjalanan ini saya melewati perayaan ulangtahun Oma yang jatuh pada tanggal 18).
Pagi tanggal 19 saya berangkat dari Hannover menuju Bad Oeynhausen untuk janji temu-kenal dengan sang calon Arbeitgeber. Perjalanan dilanjutkan dengan rute Bad Oeynhausen-Dortmund-Hagen-Altena. Oke, semua berjalan lancar. Namun, setelah pulang saya mulai muntah-muntah dan berakhir di dokter. Ternyata virus, entah dari serbuk musim semi atau salah makan. Untungnya, di sini saya diberikan asuransi kesehatan (harus) oleh Gasteltern saya, maka dari itu saya hanya perlu membayar obatnya
Dua puluh empat Mei saya mengikuti tes Zertifikat Deutsch: Deutsch Abschlussstufe (untuk itu saya sudah mendaftar -juga di test kemampuan dan diberi persiapan- sebelum berangkat ke Göttingen dan membayar 115€). Setelah berkutat dengan buku seminggu sambil ditemani muntah-muntah, akhirnya tanggal 24 tiba. Singkatnya, semua berjalan aman dan lancar (kecuali saat saya perlu berlari ke tengah kota untuk fotokopi passport). Pulangnya, saya diajak Gastmutter saya menonton konser di Barendorf, Iserlohn.
Beberapa hari kemudian, teman Gastmutter saya datang dan di hari yang sama mereka mendapat kabar bahwa salah satu keluarga mereka, yang memutuskan backpacker-an sendiri di negara sekitar Jerman, kehilangan satu ransel berisi barang beharga (passport, kamera, kartu bank, dst) di Brüssel, Belgia. Esoknya, saya diajak menjemput Ibu yang kehilangan ranselnya ini di KJRI Brüssel.
Di KJRI Brüssel (jarak tempuh dengan mobil 5 jam pp), Ibu ini diberi passport pengganti dan dinasehati jika ingin melanjutkan perjalanan, bawa serta seorang yang juga berpaspor hijau. Akhirnya saya memutuskan untuk menemani si Ibu pergi ke Belanda keesokan harinya. Di Belanda, kami mengunjungi kota Apeldoorn, Amsterdam, Zaanse Schans, Vollendam, dan Madurodam dalam kurun waktu 3 hari.
![]() |
| Tiket menuju Apeldoorn, Belanda: 40,20€ seorang. Namun pada saat kembali ke Jerman, 61€ seorang dan transit di kota Hannover. |
![]() |
| Amsterdam Centraal, musim semi 2014. |
![]() |
| Madurodam, musim semi 2014: Surganya anak-anak. |
Juni
Seminggu setelah kepulangan dari Belanda, saya diajak Gastvater saya untuk menonton konser musik Boogie dengan piano (das war echt super!) di Haus Opherdicke, lokasi tempat tinggal Großeltern saya.
![]() |
| Konser Boogie di Haus Opherdicke, tiket 14€. |
Akhir bulan, ada acara penting lagi yang diadakan kota Altena; peringatan Jugendherberge. Untuk itu, Gastsohn saya yang seorang penyanyi, ikut mengisi acara dan yang pasti saya ikut hadir, hehe Sayang, cuaca sedikit tidak menguntungkan hari itu.
![]() |
| Jubiläum Jugendherberge di musim panas 2014; sayangnya menjelang sore hujan turun deras. |
Setelah acara selesai, kami bersama-sama menuju rumah makan Indonesia (pemiliknya orang Indonesia) di Iserlohn. Rasanya seperti di surga! Hahaha di sana kami mengambil paket all-you-can-eat dengan harga sekitar 18€ per orang. Kami juga menerima chinesischer Glückskuchen -kue keberuntungan(?).
![]() |
| So ist das, was ich von meinem chinesischen Glückskuchen bekam! |
Juli
Awal Juli saya memenuhi janji dengan dokter gigi saya, untuk melakukan professionelle Zahnreinigung. Apa itu PZ? Acara bersih-bersih gigi singkatnya; mulai dari pembersihan Zahnstein -kerak(?) gigi yang berdarah-darah dan ngilu, pembersihan sela-sela gigi dengan benang gigi, polirieren, dan fluoridieren (dua terakhir; acara pelapisan gigi dengan bahan aktif untuk melindungi gigi). Sayangnya, asuransi kesehatan saya tidak membayar untuk itu dan dikenakanlah saya biaya sebesar 105€.
Selang beberapa hari, saya kembali berangkat ke Hannover, untuk janji temu-kenal di salah satu calon Arbeitgeber saya (lihat di sini untuk ceritanya). Saat pulang, hasil tes Zertifikat Deutsch saya sudah sampai! Dan, zum Glück, hasilnya cukup memuaskan -tidak seperti tes A1 saya yang pas-pasan, hehe-.
Minggu-minggu setelahnya, saya mulai mengurus pembatalan dan perjanjian kontrak lama dan baru saya. Mulai menentukan tanggal kepindahan saya dari Altena, mulai mengepak barang-barang tak terpakai (misal: baju hangat), dan mulai mencari info soal Visa. Das ist ziemlich kompliziert, fand ich ._.
Agustus
Yak, 1 Agustus pun datang, artinya Mittelalterfest dimulai! Apa itu Mittelalterfest? Semacam perayaan ala abad pertengahan, mulai dari makanannya, pakaiannya, perhiasan yang di jual, dan lain sebagainya. Untuk 3 hari ini (1-3 Agustus), pengunjung dapat merasakan bagaimana hidup pada jaman abad pertengahan.
![]() |
| Pemusik dadakan ala abad pertengahan. |
Pada tanggal 2 Agustus, saya mendapat kesempatan untuk ikut andil peran sebagai warga abad pertengahan. Mulai dari pakaian, makanan, tidur di tenda, tanpa listrik, dan, tentu saja, tanpa Handy. Sungguh pengalaman tak terlupakan! Saat berjalan-jalan Di Mittelaltermarkt, seorang Ibu baik hati yang tergabung dalam Castellani (pemeran abad pertengahan), membelikan saya cincin indah sebagai hadiah ulang tahun
![]() |
| Mittelalterfest 2014, musim panas 2014. |
![]() |
| Orientalmarkt 2014, musim panas 2014: Duduk manis di pinggir sungai Lenne dan ditemani kue manis dan teh ala oriental. |
Dua Agustus malam pukul 23:45 saya pulang berjalan kaki dari kastil Altena menuju rumah saya. Sebelum pulang, Ibu baik hati tersebut mengajari saya bagaimana melawan pria-pria nakal di jalan, seandainya ada. Lewat acara ini, saya juga mengenal banyak teman baru (Oi alle, alles Gute bei Euch!) :D
| Pemandangan malam 1 Agustus 2014. |
Dan kini saatnya memusingkan pembuatan Visa FSJ, waktu tak banyak lagi, tinggal 3 minggu tersisa. Minggu depan saya sudah membuat janji di Gesundheitsamt Iserlohn, untuk melakukan untuk
Besok, saya dititahkan Gastvater saya untuk melakukan hal penting di pusat kota dan berencana membuat janji untuk pembuatan Visa FSJ. Semoga berjalan dengan lancar!
Tuesday, August 5, 2014
10 Bulan di Jerman: Au-Pair
Minggu siang 10 November 2013 -setelah transit hampir 6 jam di Abu Dhabi Airport- saya sampai di Frankfurt am Main International Flughafen yang bersih nan rapi. Temperatur saat itu sudah dingin, maklum, musim gugur. Saya dijemput oleh kakak saya dan bersama-sama menuju Düsseldorf Hauptbahnhof dengan kereta ICE. Ingat sekali saya, betapa dinginnya temperatur bagi saya waktu itu, walaupun sudah berpakaian layaknya bawang bombay *nyengir*
Malam hari sekitar pukul 8 saya dan kakak sampai di Düsseldorf Hauptbahbhof, dan pertama kalinya melihat langsung Gasteltern saya. Walaupun dingin, mereka setia menunggu saya di halte luar. Dua jam kemudian, sampailah saya di kota Altena dan rumah baru saya.
November
Dua hari setelah sampai di Altena, saya dan Au-Pair yang saat itu masih membantu Gastfamilie saya pergi ke ikon kota Altena, Burg Altena -Kastil Altena. Kastil ini sempat hancur dibom (dulunya Altena adalah tempat produksi dan penyimpanan senjata dan alat perang), namun kini sudah dipugar kembali.
Keesokan harinya saya berangkat ke kota Hannover mengunjungi kakak saya, sambil menunggu Au-Pair yang masih membantu Gastfamilie saya selesai. Selama di kota yang lumayan banyak pelajar Indonesianya ini, saya menyempatkan diri ke Herrenhäuser Gärten, taman indah bekas petinggi Inggris dahulu di Hannover. Akhir bulan November saya kembali ke kota Altena.
Desember
Awal Desember saya ikut mengantar Au-Pair satunya (untuk kembali ke Paris) ke Köln Hauptbahnhof yang keren sekali. Sekalian, Gastvater saya juga mengajak kami melihat Weihnachtsmarkt (pasar Natal) yang mulai dibuka dan sekelibat kota Köln. Köln terkenal bagi surganya para pecinta sesama jenis, sungai Rhein, dan Dom Köln-nya
Di bulan Desember ini juga saya pertama kali menyicip bir Jerman asli yang rasanya tidak enak, mendekati pun tidak, haha.. Pertengahan Desember, saya sempat diajak Gastvater menuju hutan di atas gunung di kota Altena dan berjalan kaki memutari gunung tersebut.
Selain itu, di bulan ini juga saya pertama kali ke Iserlohn (kota tetangga), memasuki gereja, dan ikut merasakan Natal (Advent pertama saya menerima sekotak kayu berisi makanan manis dari Gasteltern saya dan berikutnya sebungkus besar kue-kue khas Natal Jerman dari Oma dan Opa).
Januari
Awal Januari sempat hujan salju ringan, suhu mulai turun, dan kota sering berkabut. Namun, walaupun begitu matahari tetap bersinar terik di sini. Musim dingin tahun ini tak sedingin tahun-tahun lalu, untunglah.
Di bulan ini, saya dan Gastmutter saya pergi menuju Ausländerbehörde di kota tetangga, Lüdenscheid. Di sana saya memperpanjang Visa 3 bulan saya hingga November nanti.
Februari
Hmmm.. Di bulan ini saya mulai mencari Träger FSJ dan sempat mengalami 2 minggu tinggal ilegal di Jerman -karena telat ambil Aufenhaltstitel, hehe-. Di bulan ini juga, saya menerima undangan dari Bürgermeister Altena untuk kumpul-kumpul pendatang baru (jadi berasa dihargai :3)
Maret
Saya mulai daftar sana sini untuk FSJ (tentunya dengan bantuan Gastfamilie saya yang mega-nett :D) dan setelahnya dari sekian banyak yang saya daftar; beberapa menolak, beberapa tak ada kabar, dan 1 menerima. Saya diundang untuk wawancara di bulan April. Senang bukan kepalang waktu itu :D
April
Pertengahan bulan waktunya Osterferien (Paskah), saya mendapatkan tas flanel penuh dengan cokelat di depan pintu kamar saya (dan butuh 3 bulan untuk menghabiskannya, haha). Siang harinya saya juga diajak bertemu Oma dan Opa (baca: orangtua Gastvater saya). Di sana saya mendapatkan hadiah paskah lagi dari Oma dan makan siang masakan Opa. Pertama kali dalam hidup merasakan Paskah :D
Selang beberapa hari, saya diajak Gasteltern saya mengunjungi Pop-Up Store Altena yang baru saja diluncurkan di tengah kota. Esoknya, saya berangkat ke Schwerte, di mana saya akan diwawancara mengenai FSJ saya.
Malam hari sekitar pukul 8 saya dan kakak sampai di Düsseldorf Hauptbahbhof, dan pertama kalinya melihat langsung Gasteltern saya. Walaupun dingin, mereka setia menunggu saya di halte luar. Dua jam kemudian, sampailah saya di kota Altena dan rumah baru saya.
![]() |
| Altena, musim gugur November 2013: tampak sungai Lenne mengalir membelah kota Altena. |
November
Dua hari setelah sampai di Altena, saya dan Au-Pair yang saat itu masih membantu Gastfamilie saya pergi ke ikon kota Altena, Burg Altena -Kastil Altena. Kastil ini sempat hancur dibom (dulunya Altena adalah tempat produksi dan penyimpanan senjata dan alat perang), namun kini sudah dipugar kembali.
![]() |
| Burg Altena tampak samping, di dalamnya terdapat museum. Tiket masuk 5€ per orang. |
Keesokan harinya saya berangkat ke kota Hannover mengunjungi kakak saya, sambil menunggu Au-Pair yang masih membantu Gastfamilie saya selesai. Selama di kota yang lumayan banyak pelajar Indonesianya ini, saya menyempatkan diri ke Herrenhäuser Gärten, taman indah bekas petinggi Inggris dahulu di Hannover. Akhir bulan November saya kembali ke kota Altena.
![]() |
| Secuil Herrenhäuser Gärten, karena tamannya terlalu besar, seharian pun tak cukup menjelajahi semua bagiannya. Tiket masuk 6€ per orang. |
Desember
Awal Desember saya ikut mengantar Au-Pair satunya (untuk kembali ke Paris) ke Köln Hauptbahnhof yang keren sekali. Sekalian, Gastvater saya juga mengajak kami melihat Weihnachtsmarkt (pasar Natal) yang mulai dibuka dan sekelibat kota Köln. Köln terkenal bagi surganya para pecinta sesama jenis, sungai Rhein, dan Dom Köln-nya
![]() |
| Köln, musim gugur 2013: Sungai Rhein yang akan terus mengalir hingga Perancis. |
![]() |
| Köln, musim gugur 2013: Dom Köln melatarbelakangi saya yang menunduk -takut nutupin Dom-nya-, hehe |
Di bulan Desember ini juga saya pertama kali menyicip bir Jerman asli yang rasanya tidak enak, mendekati pun tidak, haha.. Pertengahan Desember, saya sempat diajak Gastvater menuju hutan di atas gunung di kota Altena dan berjalan kaki memutari gunung tersebut.
![]() |
| Altena, musim dingin 2013. |
Selain itu, di bulan ini juga saya pertama kali ke Iserlohn (kota tetangga), memasuki gereja, dan ikut merasakan Natal (Advent pertama saya menerima sekotak kayu berisi makanan manis dari Gasteltern saya dan berikutnya sebungkus besar kue-kue khas Natal Jerman dari Oma dan Opa).
Januari
Awal Januari sempat hujan salju ringan, suhu mulai turun, dan kota sering berkabut. Namun, walaupun begitu matahari tetap bersinar terik di sini. Musim dingin tahun ini tak sedingin tahun-tahun lalu, untunglah.
![]() |
| Altena, musim dingin 2014: Tampak matahari bersinar terang -dan tanpa salju-. |
Di bulan ini, saya dan Gastmutter saya pergi menuju Ausländerbehörde di kota tetangga, Lüdenscheid. Di sana saya memperpanjang Visa 3 bulan saya hingga November nanti.
Februari
Hmmm.. Di bulan ini saya mulai mencari Träger FSJ dan sempat mengalami 2 minggu tinggal ilegal di Jerman -karena telat ambil Aufenhaltstitel, hehe-. Di bulan ini juga, saya menerima undangan dari Bürgermeister Altena untuk kumpul-kumpul pendatang baru (jadi berasa dihargai :3)
Maret
Saya mulai daftar sana sini untuk FSJ (tentunya dengan bantuan Gastfamilie saya yang mega-nett :D) dan setelahnya dari sekian banyak yang saya daftar; beberapa menolak, beberapa tak ada kabar, dan 1 menerima. Saya diundang untuk wawancara di bulan April. Senang bukan kepalang waktu itu :D
April
Pertengahan bulan waktunya Osterferien (Paskah), saya mendapatkan tas flanel penuh dengan cokelat di depan pintu kamar saya (dan butuh 3 bulan untuk menghabiskannya, haha). Siang harinya saya juga diajak bertemu Oma dan Opa (baca: orangtua Gastvater saya). Di sana saya mendapatkan hadiah paskah lagi dari Oma dan makan siang masakan Opa. Pertama kali dalam hidup merasakan Paskah :D
Selang beberapa hari, saya diajak Gasteltern saya mengunjungi Pop-Up Store Altena yang baru saja diluncurkan di tengah kota. Esoknya, saya berangkat ke Schwerte, di mana saya akan diwawancara mengenai FSJ saya.
![]() |
| Altena, musim semi 2014: Hari di mana saya mengunjungi Pop-Up Store. |
![]() |
| Haus Villigst, Schwerte, musim semi 2014. |
Di akhir bulan, kota Altena mengadakan acara pembukaan Burg Aufzug -Lift Kastil. Artinya, lift ini akan membawa pengunjung dari pusat kota langsung ke dalam kastil. Hal ini dikarenakan kastil terletak di atas gunung dan tentu saja menyulitkan pengunjung yang sudah berumur.
![]() |
| Perayaan pembukaan Burg Aufzug dengan drama ala abad pertengahan. |
Musim semi ini juga diawali dengan keluarnya siput-siput dari bawah tanah -hati-hati tertijak!
![]() |
| Siput-siput tanpa cangkang akan keluar saat udara mulai menghangat. |
Friday, July 25, 2014
Do It Yourself: Lebenslauf
Ingin melamar FSJ? Atau bahkan Au-Pair? Untuk itu kamu akan membutuhkan resume diri/ Curriculum Vitae/ Lebenslauf. Menurut Bewerbung-Tipps, terdapat tiga jenis Lebenslauf yaitu yang bersifat fungsional, detail, dan tabularis.
Funktioneller Lebenslauf
Resume diri berjenis ini biasanya dibuat berbentuk tabel dan dibuat dengan komputer ataupun mesin cetak.
Ausführlicher Lebenslauf
Tipe resume diri ini biasanya dibuat berbentuk teks, karena dibutuhkan kedetailan isi. Selain itu, resume diri tipe ini biasanya ditulis tangan.
Tabullarischer Lebenslauf
Ini adalah tipe resume yang paling umum digunakan dan dibuat biasanya dengan komputer atau mesin ketik.
Lalu, apa yang harus ditulis di dalam Lebenslauf? Berikut penjelasan sederhananya.
Persönlischen Daten (Data personal)
Name (Nama)
Geburtstag (Tanggal lahir; DD. Monat JJJJ)
Geburtsort (Tempat lahir; Kota, Negara)
Familienstand (Status diri)
Anschrift (Alamat; yang bisa dipakai saat kamu menulis resume)
Mobil (Nomor telepon selular; yang bisa dihubungi saat kamu menulis resume)
E-mail
Konfession (Agama; optional)
Staatsangehörigkeit (Warga negara)
....
Familie (Anggota keluarga)
Eltern (Orang tua; nama, pekerjaan)
Geschwister (Saudara; nama, pekerjaan)
Schulbildung (Riwayat pendidikan)
JJJJ/JJJJ: der Name der Schule (Nama sekolah)
....
Kenntnisse (Kemampuan)
Sprachkenntnisse (Kemampuan bahasa; bahasa ibu, bahasa Jerman, dan bahasa lainnya beserta tingkat keahlian)
EDV Kenntnisse (Kemampuan penggunaan komputer; M. Word, M. Excel, M. Power Point usw.)
Hobby(s) und Interesse(n) (Hobi)
Bagi kamu yang ingin mendaftar kerja atau Ausbildung, mungkin resume diri ini akan terlalu simpel. Jika sudah mempunyai pengalaman bekerja, juga dapat ditambahkan di dalam Lebenslauf-mu. Dan ingat, beri fotomu di lembar resumenya ;)
Viel Glück!
Funktioneller Lebenslauf
Resume diri berjenis ini biasanya dibuat berbentuk tabel dan dibuat dengan komputer ataupun mesin cetak.
![]() |
| Cr: docstoc.com |
Ausführlicher Lebenslauf
Tipe resume diri ini biasanya dibuat berbentuk teks, karena dibutuhkan kedetailan isi. Selain itu, resume diri tipe ini biasanya ditulis tangan.
![]() |
| Cr: bruchsal.files.wordpress.com |
Tabullarischer Lebenslauf
Ini adalah tipe resume yang paling umum digunakan dan dibuat biasanya dengan komputer atau mesin ketik.
![]() |
| Cr: ausbildungspark.com |
Lalu, apa yang harus ditulis di dalam Lebenslauf? Berikut penjelasan sederhananya.
Persönlischen Daten (Data personal)
Name (Nama)
Geburtstag (Tanggal lahir; DD. Monat JJJJ)
Geburtsort (Tempat lahir; Kota, Negara)
Familienstand (Status diri)
Anschrift (Alamat; yang bisa dipakai saat kamu menulis resume)
Mobil (Nomor telepon selular; yang bisa dihubungi saat kamu menulis resume)
Konfession (Agama; optional)
Staatsangehörigkeit (Warga negara)
....
Familie (Anggota keluarga)
Eltern (Orang tua; nama, pekerjaan)
Geschwister (Saudara; nama, pekerjaan)
Schulbildung (Riwayat pendidikan)
JJJJ/JJJJ: der Name der Schule (Nama sekolah)
....
Kenntnisse (Kemampuan)
Sprachkenntnisse (Kemampuan bahasa; bahasa ibu, bahasa Jerman, dan bahasa lainnya beserta tingkat keahlian)
EDV Kenntnisse (Kemampuan penggunaan komputer; M. Word, M. Excel, M. Power Point usw.)
Hobby(s) und Interesse(n) (Hobi)
Bagi kamu yang ingin mendaftar kerja atau Ausbildung, mungkin resume diri ini akan terlalu simpel. Jika sudah mempunyai pengalaman bekerja, juga dapat ditambahkan di dalam Lebenslauf-mu. Dan ingat, beri fotomu di lembar resumenya ;)
Viel Glück!
Thursday, July 24, 2014
Mittelalterfest in Altena; I'm coming!
Yak, hari ini penulis di koran kota Altena datang dan mewawancara saya ini dan itu (ternyata diwawancara, bukan menulis sendiri *nyengir*). Oke, semua berjalan lancar selama hampir dua jam dan diakhiri dengan acara foto-foto. Haahaha.. Selang hampir 2 jam setelah kepulangan si pewawancara, Beliau menelepon kembali, dan kali ini membawa kabar yang lebih mengejutkan bagi saya! *smile ear to ear*
Pada tanggal 1 hingga 3 Agustus nanti, di kota kecil nan indah Altena ini akan diadakan festival berbau abad pertengahan terbesar. Jadi, para tamu bisa melihat langsung bagaimana cara hidup rakyat jaman abad pertengahan. Kota kecil berpenduduk kurang lebih 18 ribu orang ini akan menampung hingga 40 ribu tamu yang datang, tidak hanya dari warga Jerman saja, namun juga warga dari luar Jerman.
Kabar gembiranya (bukan kulit manggis ada ekstraknya, ya... :D), saya diundang sebagai anggota terhormat untuk ikut berperan sebagai rakyat abad pertengahan! Saya juga merupakan orang Ausländer pertama yang diundang untuk ikut berpartisipasi dalam even ini. Wunderbar, oder? Untuk itu, saya dibuatkan khusus pakaian baru ala abad pertengahan (karena saya tidak sebesar dan setinggi orang Jerman *nyengir lagi*) agar pas di badan. Di sana juga disediakan makanan ala abad pertengahan dan kamar khusus wanita jika ingin tidur. Asyik kan? (ASYIK BANGEEEEEEET)
Selain itu, keuntungan lainnya yang saya dapat adalah kartu gratis untuk mengikuti even ini. Normalnya tamu dikenakan biaya 9€ per orangnya untuk 1 hari. Yah lumayan kan, ya, ngirit 9€ hehehehe (mimpi apa semalam... Hahaha) Besok saya akan mengkonfirmasi keikutsertaan saya, and i'm looking forward this would-be-so-great experience!
P.S. Saya diharuskan tanpa Handy selama berperan! (benar-benar abad pertengahan, ya?) Info lebih lanjut bisa dibaca di sini.
Pada tanggal 1 hingga 3 Agustus nanti, di kota kecil nan indah Altena ini akan diadakan festival berbau abad pertengahan terbesar. Jadi, para tamu bisa melihat langsung bagaimana cara hidup rakyat jaman abad pertengahan. Kota kecil berpenduduk kurang lebih 18 ribu orang ini akan menampung hingga 40 ribu tamu yang datang, tidak hanya dari warga Jerman saja, namun juga warga dari luar Jerman.
![]() |
| Mittealtermarkt, Altena, Nordrhein-Westfalen Cr: altena.de |
Kabar gembiranya (bukan kulit manggis ada ekstraknya, ya... :D), saya diundang sebagai anggota terhormat untuk ikut berperan sebagai rakyat abad pertengahan! Saya juga merupakan orang Ausländer pertama yang diundang untuk ikut berpartisipasi dalam even ini. Wunderbar, oder? Untuk itu, saya dibuatkan khusus pakaian baru ala abad pertengahan (karena saya tidak sebesar dan setinggi orang Jerman *nyengir lagi*) agar pas di badan. Di sana juga disediakan makanan ala abad pertengahan dan kamar khusus wanita jika ingin tidur. Asyik kan? (ASYIK BANGEEEEEEET)
![]() |
| Mittelalterfest, Altena, Nordrhein-Westfalen Cr: Lokalstimme.de |
Selain itu, keuntungan lainnya yang saya dapat adalah kartu gratis untuk mengikuti even ini. Normalnya tamu dikenakan biaya 9€ per orangnya untuk 1 hari. Yah lumayan kan, ya, ngirit 9€ hehehehe (mimpi apa semalam... Hahaha) Besok saya akan mengkonfirmasi keikutsertaan saya, and i'm looking forward this would-be-so-great experience!
P.S. Saya diharuskan tanpa Handy selama berperan! (benar-benar abad pertengahan, ya?) Info lebih lanjut bisa dibaca di sini.
Tuesday, July 22, 2014
Ich muss ja verrückt sein! -dua-
Pukul 2 siang, matahari bersinar terik sekali hari ini; maklum musim panas. Saya pribadi merasa terik matahari di sini lebih menyengat kulit, ketimbang di Indonesia yang notabene lebih lembab. Terkadang terbersit pikiran untuk memakai payung, Hahaha. Tapi cepat-cepat saya buang pikiran itu, karena saya pernah menjadi saksi mata bagaimana orang Jerman menganggap memakai payung di siang hari yang terik adalah hal yang konyol (korbannya waktu itu adalah sepasang kekasih asal Asia).
Oke, kembali ke topik, pukul 2 siang ini saya pergi ke kantor Deutsche Post untuk mengirim dokumen penting FSJ saya. Setelahnya, berawal dari keisengan tanya-tanya harga kirim kartu post ke Indonesia (hanya 0,75€ per kartu! ;) ), akhirnya saya menghabiskan waktu 2 jam untuk berburu (halah..) kartu pos di kota untuk dikirim ke Indonesia. Sesaat setelah pembayaran, si bapak penjaga kasir Deutsche Post dengan sangat ramah bertanya ,, Sind Sie hier in Urlaub?'' (Apakah Anda sedang liburan di sini?). Ya, dengan rambut hitam, muka tipe Asia, bahasa Jerman yang rada-rada, tentu saya bukan kelahiran Jerman. Saya pun menjawab ,, Nö, bin Au-pair Mädchen hier." (Tidak, saya di sini sebagai Au-pair Mädchen.)
Akhirnya Beliau pun memperkenalkan diri sebagai salah satu pekerja di koran harian kota Altena juga, dan saya ditawarkan untuk menulis artikel tentang saya yang dari Indonesia dan pada akhirnya sampai di Jerman. Sontak saya kaget, bahasa Jerman lancar pun tidak, malah ditawarkan menulis di koran hahaha..
Malam ini Beliau menelepon saya dan menkonfirmasikan bahwa koran harian tersebut ingin bekerja sama dengan saya (loh?). Selain konfirmasi, Beliau juga ingin membuat janji untuk bertemu dengan keluarga tamu saya. Tepatnya lusa pukul 7 malam (dan sampai saat ini mereka belum tahu apapun, saya belum sempat memberitahu hehe).
Dan sekarang saya mulai pusing, apa yang harus saya tulis nanti >< Haruskah saya tolak tawaran itu? Atau ini bisa menjadi pengalaman yang cukup berguna bagi saya? Ahh...
Oke, kembali ke topik, pukul 2 siang ini saya pergi ke kantor Deutsche Post untuk mengirim dokumen penting FSJ saya. Setelahnya, berawal dari keisengan tanya-tanya harga kirim kartu post ke Indonesia (hanya 0,75€ per kartu! ;) ), akhirnya saya menghabiskan waktu 2 jam untuk berburu (halah..) kartu pos di kota untuk dikirim ke Indonesia. Sesaat setelah pembayaran, si bapak penjaga kasir Deutsche Post dengan sangat ramah bertanya ,, Sind Sie hier in Urlaub?'' (Apakah Anda sedang liburan di sini?). Ya, dengan rambut hitam, muka tipe Asia, bahasa Jerman yang rada-rada, tentu saya bukan kelahiran Jerman. Saya pun menjawab ,, Nö, bin Au-pair Mädchen hier." (Tidak, saya di sini sebagai Au-pair Mädchen.)
Akhirnya Beliau pun memperkenalkan diri sebagai salah satu pekerja di koran harian kota Altena juga, dan saya ditawarkan untuk menulis artikel tentang saya yang dari Indonesia dan pada akhirnya sampai di Jerman. Sontak saya kaget, bahasa Jerman lancar pun tidak, malah ditawarkan menulis di koran hahaha..
![]() |
| Altenaer Kreisblatt; kini di tahun 2014 harga koran menjadi 1,50€ per eksemplarnya. Cr: www.nanaundfrank.de |
Malam ini Beliau menelepon saya dan menkonfirmasikan bahwa koran harian tersebut ingin bekerja sama dengan saya (loh?). Selain konfirmasi, Beliau juga ingin membuat janji untuk bertemu dengan keluarga tamu saya. Tepatnya lusa pukul 7 malam (dan sampai saat ini mereka belum tahu apapun, saya belum sempat memberitahu hehe).
Dan sekarang saya mulai pusing, apa yang harus saya tulis nanti >< Haruskah saya tolak tawaran itu? Atau ini bisa menjadi pengalaman yang cukup berguna bagi saya? Ahh...
Ich muss ja verrückt sein!
Bulan April lalu, saya mengikuti proses temu-kenal (Hospitation) di sebuah kota dekat perbatasan Nordrhein-Westfalen dan Niedersachsen, Bad Oeynhausen. Kota ini terkenal dengan udaranya yang bersih dan pusat rehabilitasi penyakit jantungnya (menurut Gastmutter saya, Ir. Soekarno sempat direhabilitasi di sini). Kebetulan di sini saya mendapat tempat di panti orang yang cacat -fisik maupun mental-. Pekerjaan saya sangat mudah, hanya menemani mereka beraktivitas; seperti masak bersama, bermain musik/ sepak bola bersama, dan lain sebagainya.
Setelah mengikuti proses temu-kenal ini, saya merasa sedikit tidak nyaman dengan suasana kerja di sana (walaupun kolega di sana baik-baik semua). Tapi pada saat itu, saya tidak ada pilihan lain. Maka saya menyetujui untuk membantu di tempat ini dan menandatangani kontraknya.
Dua bulan berlalu, Juni pun tiba. Saya diminta data-data seperti sertifikat kesehatan, nomor bank, nomor pajak, dan asuransi kesehatan. Seminggu kemudian, saya dihubungi salah satu Träger FSJ lain (walaupun saya sudah memberitahu mereka bahwa saya sudah mendapat tempat FSJ). Dan disinilah semua berawal.
Saya ditawarkan untuk membantu di sebuah sekolah khusus anak-anak buta di kota Hannover. Saya sangat tertarik dan ingin mencoba temu-kenal di sana. Setelah telefon sana sini (yang berujung pada sebenarnya Träger ini tidak bekerja sama dengan penyedia tempat FSJ ini), akhirnya awal Juli lalu saya ke Hannover untuk Hospitation.
Jujur saja, pekerjaan di Hannover lebih berat daripada di Bad Oeynhausen. Tapi entah kenapa saya lebih nyaman dan suka dengan suasana kerja di Hannover. Setelah timbang sana-sini, saya menyetujui untuk membantu di sekolah ini. Kini masalah pertama timbul: bagaimana saya mau membatalkan kontrak pertama di Bad Oeynhausen?
Untung saya dipertemukan dengan Gasteltern yang MEGA nett, hahaha ternyata di kontrak pertama tertulis bahwa saya dapat membatalkan kontrak kapanpun dengan syarat: alasan yang jelas. Oke, saya pun lega. Dan datanglah kontrak dari Hannover. Dan muncullah masalah kedua: tertulis di kontrak bahwa saya hanya akan membantu sampai tanggal 31. Juli 2015, sedangkan Ausbildung yang saya ingin ikuti mulai awal September (di Bad Oeynhausen saya akan membantu hingga akhir Agustus). Lalu apa yang harus saya lakukan selama Agustus?
Keesokannya saya telefon langsung ke penyedia tempat di Hannover, apakah bisa saya perpanjang kontrak hingga Agustus akhir (dengan sebelumnya komat kamit doa biar bisa ><). Sayangnya hal itu sangat tidak mungkin, karena Agustus adalah masa libur musim panas dan tidak ada pelajar yang perlu saya bantu.
Posisi saat itu, saya masih memegang kontrak Bad Oeynhausen yang sudah ditandatangani dan kontrak Hannover yang belum ditandatangani. Mempertimbangkan saya akan membantu selama setahun, saya lebih suka membantu di tempat yang suasana kerjanya nyaman. Saya ambil Hannover (dan segala resikonya) dan membatalkan yang Bad Oeynhausen.
Hari ini saya kirim balik kontrak Hannover yang sudah ditandatangani dan surat pembatalan ke Träger untuk tempat di Bad Oeynhausen. Semoga saja tidak salah pilih!
| Bad Oeynhausen Cr: www.variate.de |
Setelah mengikuti proses temu-kenal ini, saya merasa sedikit tidak nyaman dengan suasana kerja di sana (walaupun kolega di sana baik-baik semua). Tapi pada saat itu, saya tidak ada pilihan lain. Maka saya menyetujui untuk membantu di tempat ini dan menandatangani kontraknya.
Dua bulan berlalu, Juni pun tiba. Saya diminta data-data seperti sertifikat kesehatan, nomor bank, nomor pajak, dan asuransi kesehatan. Seminggu kemudian, saya dihubungi salah satu Träger FSJ lain (walaupun saya sudah memberitahu mereka bahwa saya sudah mendapat tempat FSJ). Dan disinilah semua berawal.
Saya ditawarkan untuk membantu di sebuah sekolah khusus anak-anak buta di kota Hannover. Saya sangat tertarik dan ingin mencoba temu-kenal di sana. Setelah telefon sana sini (yang berujung pada sebenarnya Träger ini tidak bekerja sama dengan penyedia tempat FSJ ini), akhirnya awal Juli lalu saya ke Hannover untuk Hospitation.
Jujur saja, pekerjaan di Hannover lebih berat daripada di Bad Oeynhausen. Tapi entah kenapa saya lebih nyaman dan suka dengan suasana kerja di Hannover. Setelah timbang sana-sini, saya menyetujui untuk membantu di sekolah ini. Kini masalah pertama timbul: bagaimana saya mau membatalkan kontrak pertama di Bad Oeynhausen?
![]() |
| Herrenhäuser Gärten, Hannover Cr: hotelling.net |
Untung saya dipertemukan dengan Gasteltern yang MEGA nett, hahaha ternyata di kontrak pertama tertulis bahwa saya dapat membatalkan kontrak kapanpun dengan syarat: alasan yang jelas. Oke, saya pun lega. Dan datanglah kontrak dari Hannover. Dan muncullah masalah kedua: tertulis di kontrak bahwa saya hanya akan membantu sampai tanggal 31. Juli 2015, sedangkan Ausbildung yang saya ingin ikuti mulai awal September (di Bad Oeynhausen saya akan membantu hingga akhir Agustus). Lalu apa yang harus saya lakukan selama Agustus?
Keesokannya saya telefon langsung ke penyedia tempat di Hannover, apakah bisa saya perpanjang kontrak hingga Agustus akhir (dengan sebelumnya komat kamit doa biar bisa ><). Sayangnya hal itu sangat tidak mungkin, karena Agustus adalah masa libur musim panas dan tidak ada pelajar yang perlu saya bantu.
Posisi saat itu, saya masih memegang kontrak Bad Oeynhausen yang sudah ditandatangani dan kontrak Hannover yang belum ditandatangani. Mempertimbangkan saya akan membantu selama setahun, saya lebih suka membantu di tempat yang suasana kerjanya nyaman. Saya ambil Hannover (dan segala resikonya) dan membatalkan yang Bad Oeynhausen.
Hari ini saya kirim balik kontrak Hannover yang sudah ditandatangani dan surat pembatalan ke Träger untuk tempat di Bad Oeynhausen. Semoga saja tidak salah pilih!
Subscribe to:
Posts (Atom)






























