Banyak yang bertanya seputar visa Aupair: tips agar lolos? Waktu diinterview apa yang harus diperhatikan? Dokumen yang perlu dipersiapkan? Surat motivasi? Dan yang paling penting: apa yang perlu diperhatikan dan dikonfirmasi lagi dengan calon Gastfamilie? Di sesi kali ini, saya akan membagikan informasi sejauh yang saya tahu dan saya alami sendiri sebagai pendaftar visa Aupair beberapa tahun lalu; juga beberapa tips tentunya!
Di post ini, saya pernah membahas bagaimana cara mendaftar Aupair step by step; but i know it's harder to be done than said. Sering kita lupa beberapa hal penting dan bahkan fatal bila tidak diperhatikan atau didiskusikan kembali dengan calon keluarga kedua kita di Jerman. Jadi poin pertama yang akan di bahas: apa aja sih yang perlu di tanya/ konfirmasi kembali? Agar singkat dan padat, berikut beberapa poin yang harus di klären dengan Gastfamilie 😉
♥ Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam Umgang dengan Gastkindern, biasanya setiap keluarga mempunyai aturan dan cara main tersendiri, untuk mengurangi chance timbulnya masalah gara-gara diskrepans informasi antara kamu ke Gastkindern dan orang tua mereka ke mereka, ada baiknya ini dipertanyakan saat sesi pengenalan dengan keluarga
♥ Waktu kerja kamu, wie gesagt, setiap keluarga punya aturan mainnya sendiri, poin ini juga penting supaya kamu bisa membagi waktu untuk dirimu sendiri (read: Sprachkurs, Ausflug, Urlaub usw.) dengan waktu kerja kamu. Untuk hari libur, sebagai Aupair kamupun mendapatkan hari libur sekitar 28 hari per satu tahun yang boleh kamu ambil kapan saja, tentu dengan cara mendiskusikan hal tersebut ke keluarga kedua kamu terdahulu. Karena bisa jadi, agar kamu bisa berlibur, mereka harus mengambil cuti dari pekerjaan mereka
♥ Uang saku dan uang kursus bahasa, perlu diingat, keluarga kedua kamu hanya berkewajiban untuk memberi 260€ uang saku perbulannya dan 50€ untuk uang kursus bahasa kamu. Seandainya kamu akan diminta banyak lembur dan 50€ uang kursus menurut kamu terlalu sedikit untuk menutupi uang kursus kamu per levelnya, tanyakan dan diskusikan hal tersebut ke Gastfamilie! I know it could be a little bit awkward, tapi kalau kamu tidak konfirmasi sekarang, kapan lagi? Juga untuk tambahan: uang transportasi; apakah kamu akan mendapat kartu transportasi bulanan dari Gastfamilie? Atau kamu harus bayar sendiri?
♥ Tugas kamu dengan sang anak, vor allem: secara detail!
Kamu bisa melihat contoh standar kontrak Aupair yang dikeluarkan oleh Bundesagentur für Arbeit di sini. Baca baik-baik kontrak kerja kamu sebelom menandatanganinya.
Selanjutnya, surat motivasi. Bingung apa yang harus ditulis di surat motivasi? Di sini saya hanya akan berbicara dari pengalaman dan informasi yang saya dapat selama tinggal di sini. Saat menulis surat motivasi, kembali lihat tujuan program Aupair sebenarnya. Bukan sebagai kesempatan mencari uang, bukan sebagai batu loncatan untuk studi (walaupun saya tahu banyak dari kita yang ikut Aupair dengan tujuan ini), dan juga bukan untuk berlibur. Program ini diperuntukkan untuk orang-orang yang ingin mengenal budaya dan bahasa negara tujuan dengan cara ikut hidup dengan keluarga host kita di negara tujuan. Budaya kerja, cara pandang dan cara pikir orang-orang negara tujuan, dan keseharian orang negara asal. Let's say kamu menulis kalau kamu ingin melanjutkan studi di Jerman: dengan cara pikir orang Jerman, kamu 80% akan dipertanyakan, mengapa tidak langsung ke Sprachschule/ Studienkolleg/ universitas? Jadi saran saya, jadikan tujuan program sebenarnya sebagai acuan, mengapa kamu termotivasi untuk ikut Aupair.
Saat interview, ada juga chance kamu akan ditanya: setelah Aupair apa rencana selanjutnya? Saya pribadi juga tidak menyarankan untuk menyebut studi/ kerja. Karena di poin itu, kalau kamu sudah tertarik untuk belajar atau bekerja di Jerman, kembali lagi -orang Jerman akan berpikir, kalau begitu kenapa tidak langsung Sprachschule/ Studienkolleg/ universitas atau bahkan mendaftar kerja? Saran saya, jawablah seadanya. Banyak dari kita mengikuti program Aupair untuk mengenal dan mencoba beradaptasi dengan kehidupan di Jerman, agar tidak shock berat, kita memilih untuk 'dibimbing' oleh Gastfamilie. Selanjutnya? Tergantung apakah kamu cocok dengan kehidupan dan bahasa di sini, jika kamu berorientasi ingin menambah pengalaman, kamu bisa bilang kamu tertarik untuk mengikuti FSJ/BFD/Ausbildung dan jika kamu tertarik untuk membangun profesi, mungkin ke universitas bisa jadi plan jangka panjang kamu.
Sekali lagi, saya hanya menyarankan berdasarkan pengalaman dan informasi yang saya dapat sejauh saya tinggal di Jerman. Jadi tidak menutup kemungkinan kamu menulis hal lain di surat motivasi kamu, dan sebaliknya: saran saya pun tidak menjamin 100% visa kamu lolos.
Aber trotzdem viel Glück yaaah!
Showing posts with label Au-Pair Jerman. Show all posts
Showing posts with label Au-Pair Jerman. Show all posts
Thursday, November 15, 2018
Friday, July 25, 2014
Do It Yourself: Lebenslauf
Ingin melamar FSJ? Atau bahkan Au-Pair? Untuk itu kamu akan membutuhkan resume diri/ Curriculum Vitae/ Lebenslauf. Menurut Bewerbung-Tipps, terdapat tiga jenis Lebenslauf yaitu yang bersifat fungsional, detail, dan tabularis.
Funktioneller Lebenslauf
Resume diri berjenis ini biasanya dibuat berbentuk tabel dan dibuat dengan komputer ataupun mesin cetak.
Ausführlicher Lebenslauf
Tipe resume diri ini biasanya dibuat berbentuk teks, karena dibutuhkan kedetailan isi. Selain itu, resume diri tipe ini biasanya ditulis tangan.
Tabullarischer Lebenslauf
Ini adalah tipe resume yang paling umum digunakan dan dibuat biasanya dengan komputer atau mesin ketik.
Lalu, apa yang harus ditulis di dalam Lebenslauf? Berikut penjelasan sederhananya.
Persönlischen Daten (Data personal)
Name (Nama)
Geburtstag (Tanggal lahir; DD. Monat JJJJ)
Geburtsort (Tempat lahir; Kota, Negara)
Familienstand (Status diri)
Anschrift (Alamat; yang bisa dipakai saat kamu menulis resume)
Mobil (Nomor telepon selular; yang bisa dihubungi saat kamu menulis resume)
E-mail
Konfession (Agama; optional)
Staatsangehörigkeit (Warga negara)
....
Familie (Anggota keluarga)
Eltern (Orang tua; nama, pekerjaan)
Geschwister (Saudara; nama, pekerjaan)
Schulbildung (Riwayat pendidikan)
JJJJ/JJJJ: der Name der Schule (Nama sekolah)
....
Kenntnisse (Kemampuan)
Sprachkenntnisse (Kemampuan bahasa; bahasa ibu, bahasa Jerman, dan bahasa lainnya beserta tingkat keahlian)
EDV Kenntnisse (Kemampuan penggunaan komputer; M. Word, M. Excel, M. Power Point usw.)
Hobby(s) und Interesse(n) (Hobi)
Bagi kamu yang ingin mendaftar kerja atau Ausbildung, mungkin resume diri ini akan terlalu simpel. Jika sudah mempunyai pengalaman bekerja, juga dapat ditambahkan di dalam Lebenslauf-mu. Dan ingat, beri fotomu di lembar resumenya ;)
Viel Glück!
Funktioneller Lebenslauf
Resume diri berjenis ini biasanya dibuat berbentuk tabel dan dibuat dengan komputer ataupun mesin cetak.
![]() |
| Cr: docstoc.com |
Ausführlicher Lebenslauf
Tipe resume diri ini biasanya dibuat berbentuk teks, karena dibutuhkan kedetailan isi. Selain itu, resume diri tipe ini biasanya ditulis tangan.
![]() |
| Cr: bruchsal.files.wordpress.com |
Tabullarischer Lebenslauf
Ini adalah tipe resume yang paling umum digunakan dan dibuat biasanya dengan komputer atau mesin ketik.
![]() |
| Cr: ausbildungspark.com |
Lalu, apa yang harus ditulis di dalam Lebenslauf? Berikut penjelasan sederhananya.
Persönlischen Daten (Data personal)
Name (Nama)
Geburtstag (Tanggal lahir; DD. Monat JJJJ)
Geburtsort (Tempat lahir; Kota, Negara)
Familienstand (Status diri)
Anschrift (Alamat; yang bisa dipakai saat kamu menulis resume)
Mobil (Nomor telepon selular; yang bisa dihubungi saat kamu menulis resume)
Konfession (Agama; optional)
Staatsangehörigkeit (Warga negara)
....
Familie (Anggota keluarga)
Eltern (Orang tua; nama, pekerjaan)
Geschwister (Saudara; nama, pekerjaan)
Schulbildung (Riwayat pendidikan)
JJJJ/JJJJ: der Name der Schule (Nama sekolah)
....
Kenntnisse (Kemampuan)
Sprachkenntnisse (Kemampuan bahasa; bahasa ibu, bahasa Jerman, dan bahasa lainnya beserta tingkat keahlian)
EDV Kenntnisse (Kemampuan penggunaan komputer; M. Word, M. Excel, M. Power Point usw.)
Hobby(s) und Interesse(n) (Hobi)
Bagi kamu yang ingin mendaftar kerja atau Ausbildung, mungkin resume diri ini akan terlalu simpel. Jika sudah mempunyai pengalaman bekerja, juga dapat ditambahkan di dalam Lebenslauf-mu. Dan ingat, beri fotomu di lembar resumenya ;)
Viel Glück!
Tuesday, June 24, 2014
Peraturan Au-Pair: Juli 2013
Sejak Juli 2013 lalu telah ditetapkan peraturan dan hak-hak baru untuk para Au-Pair Jerman. Masih banyak keluarga pencari Au-Pair yang belum tahu soal peraturan ini dan kamu calon Au-Pair mendapatkan informasi ini biasanya pada saat mendaftar Visa; artinya kamu baru tahu soal peraturan baru setelah tanda tangan kontrak. Maka dari itu saya informasikan peraturan baru ini, sebagai bahan pertimbangan saat mengkomunikasikan hak dan kewajiban kamu dengan calon Gastfamilie.
Au-Pair bei deutschen Familien
Quelle: Bundesagentur für Arbeit; Zentrale Auslands- und Fachvermittlung (ZAV)
Tugas dari seorang Au-Pair
Tugas sehari-hari seorang Au-Pair berbeda-beda. Hal ini tergantung dari karakteristik dan gaya hidup keluarga tempat Au-Pair ini masing-masing. Untuk sehari-hari seorang Au-Pair:
1. mengerjakan dan membantu pekerjaan rumah yang ringan, membersihkan rumah dan membereskan apa yang perlu dibereskan seperti mencuci cucian dan menggosok pakaian.
2. mempersiapkan makan pagi dan makanan yang mudah dimasak.
3. mengurus anak yang lebih muda, artinya, menjaga dan menemani anak ke taman kanak-kanak atau sekolah atau acara tertentu, berjalan-jalan atau bermain bersama.
4. menjaga rumah dan mengurus binatang peliharaan.
Bukan tugas seorang Au-Pair untuk mengurus orang sakit atau orang tua dari keluarga.
Hak dan Kewajiban
Persutujuan dari pihak Eropa mengenai Au-Pair berisikan batas-batas regulasi mengenai hidup dan tugas Au-Pair, kelas bahasa, keamanan sosial seperti hak dan kewajiban dari keluarga dan Au-Pair. Persetujuan ini belum dikonfirmasi oleh pihak negara Jerman, namun masih akan diproses. Walaupun begitu, sebagaimana orang tahu soal Au-Pair di Jerman sejak bertahun-tahun, prakteknya:
Lamanya
Lamanya seorang Au-Pair paling tidak 6 bulan dan maksimal 1 tahun. Pembaharuan tugas Au-Pair tidak dimungkinkan, walaupun durasi kerja belum habis.
Kerja dan Waktu Luang
Tugas rumah (termasuk Babysitting) diperbolehkan tidak lebih dari 6 jam per hari atau 30 jam per minggu. Semisal lamanya kerja ini akan ditinggalkan karena alasan tertentu, maka diperbolehkan dengan pembicaraan terlebih dahulu. Jika lembur harus dikompensasi.
Dari pihak keluarga dapat meminta Au-Pair menyelesaikan tugas yang belum/akan diselesaikan pada waktu tertentu. Menyelesaikan hal-hal privat (seperti menjaga kebersihan dan membereskan kamar sendiri) tidak terhitung sebagai jam kerja. Mengenai jam mulai dan selesai kerja tergantung dari kebiasaan keluarga dan izin keluarga. Regulitas tertentu setiap hari juga dimungkinkan.
Au-Pair mendapatkan paling tidak satu hari libur penuh per minggu (jika tidak penting di akhir minggu, harus paling tidak satu hari minggu per bulan). Selain itu paling tidak 4 sore kosong per minggunya.
Vakansi
Jika Au-Pair berdurasi 1 tahun, maka Ia mendapatkan 4 minggu hari libur vakansi. Dengan begitu, untuk setiap bulannya berjatahkan 2 hari kerja penuh untuk vakansi.
Jika keluarga bervakansi, maka biasanya mereka akan membawa Sang Au-Pair serta. Jika demikian Au-Pair harus juga melakukan tugas dan urusan tertentu (seperti mengurus anak-anak, dst.). Tetapi jika Au-Pair hanya harus melakukan tugas insignifikan, maka vakansi keluarga ini akan terhitung sebagai vakansi mandiri. Jika tidak ikut serta dalam vakansi keluarga, maka Au-Pair tidak boleh ditinggalkan dan diperkerjakan di tempat keluarga lain (seperti tetangga atau kenalan, dst.).
Kelas Bahasa
Kemungkinan ini diberikan kepada semua Au-Pair, untuk pergi ke kursus bahasa Jerman juga acara kultur lainnya di waktu luang mereka. Keluarga ikut membayarkan 50€ per bulannya dari harga kursus. Harga dari acara lainnya Au-Pair diharuskan membayar sendiri.
Akomodasi dan Perawatan
Akomodasi dan perawatan akan disediakan keluarga tanpa bayaran. Ada kemungkinan tersedia kamar tersendiri di dalam rumah keluarga. Juga termasuk makan bersama dan makan lainnya yang merupakan milik keluarga. Jika menginginkan nutrisi tambahan tertentu, harap diberitahu pada pendaftaran.
Uang jajan dan Uang Perjalanan
Tujuan dari seorang Au-Pair adalah menguasai kemampuan bahasa (juga pengalaman kerja) juga memperluas pengetahuan melalui pengetahuan yang lebih baik dari negara yang dituju. Maka dari itu Au-Pair tidak mendapatkan gaji kerja, melainkan uang jajan. Sekarang besarnya 260€ per bulan, tidak tergantung lama pekerjaan rumah. Biaya ke dan dari negara tujuan dibayar sendiri.
Asuransi kesehatan dan Asuransi Kecelakaan, Kehamilan
Au-Pair di Jerman diharuskan memiliki asuransi untuk kecelakaan dan kesehatan, kehamilan dan melahirkan jika terjadi kecelakaan. Semua asuransi ditanggung keluarga.
Pembatalan masa Au-Pair
Masa Au-Pair berakhir sesuai kontrak. Semisal tidak ada masa batal, maka dapat dilakukan persetujuan kedua belah pihak untuk membatalkannya. Biasanya, Au-Pair akan diperbolehkan tinggal di rumah keluarga tersebut sampai Ia menemukan keluarga baru. Jika dikarenakan alasan yang serius, masa Au-Pair bisa akan dibatalkan secepat mungkin. Melihat hal ini dibutuhkan pengertian, bahwa ada orang tidak bisa segera pada hari pertama tinggal bersama; syok kultur (didasari perbedaan cara hidup dan makan) dengan kemauan yang baik akan membaik dalam waktu singkat. Jika tidak mungkin untuk hidup harmonis bersama, agen Au-Pair harus segera diinformasikan. Mereka akan mencarikan dan menemukan kemungkinan jalan keluar untuk kedua belah pihak.
Pendaftaran, Perjanjian, dan Tugas
Umur minimum Au-Pair adalah 18 tahun, bagi Au-Pair asal negara EU/EWR dan Swiss 17 tahun. Hal ini terhitung sejak masa Au-Pair dimulai. Untuk yang dibawah umur dibutuhkan surat keterangan dari agen legal. Orang yang sudah menikah juga diperbolehkan.
Au-Pair diharapkan memiliki kemampuan bahasa Jerman. Untuk kemampuan bahasa minimal level A1 dari batas referensi Eropa.
Pendaftar sebaiknya mempersiapkan dokumen pendaftaran (Bewerbungsschreiben, Lebenslauf) dan mampu berbahasa Jerman dan pas foto (disisipkan pada Lebenslauf). Banyak agen Au-Pair juga meminta mengisi lembar pendaftaran. Segala dokumen harus sesuai kebenaran.
Jika antara keluarga dan Au-Pair memiliki hubungan darah, maka tidak diperbolehkan.
Agen Au-Pair akan menjembatani kontrak antara keluarga dan pendaftar. Penawaran keluarga yang berminat di Jerman sangat besar.
Bagi Au-Pair di luar negara EU/ EWR/ Swiss (atau disebut juga negara ketiga) juga dari Rumania, Bulgaria, dan Kroasia sebagai anggota baru EU harus memenuhi hal-hal berikut:
1. Au-Pair hanya diperbolehkan bertugas di keluarga yang disebutkan, yang mana berbahasa ibu Jerman. Paling tidak terdapat seorang dewasa sebagai anggota keluarga yang berwarganegarakan Jerman atau negara anggota EU/ EWR/ Swiss.
2. berada pada keluarga yang berbicara bahasa Jerman, jika pendaftar tidak berasal dari negara yang sama dengan keluarga.
3. jika pendaftar berasal dari negara yang dibebaskan atau anggota persatuan Eropa atau keluarga yang tinggal di Jerman namun berasal dari negara EU/ EWR/ Swiss, mohon perhatikan peraturan ini.
Agen Au-Pair yang berada di Jerman diperbolehkan meminta biaya kompensasi maksimal 150€ dari pendaftar untuk penghubungan ke keluarga. Tidak diperbolehkan meminta lebih. Kompensasi diminta jika kontrak Au-Pair sudah sampai. Au-Pair yang berasal dari non EU/ EWR/ Swiss juga dari anggota baru EU seperti Bulgaria, Rumania, dan Kroasia untuk hal ini berlaku pada saat pendaftar menerima ijin tinggal.
Regulasi Penerimaan Kedatangan, Ijin Tinggal, dan Kerja- Au-Pair dari negara ketiga
Au-Pair yang berasal dari negara ketiga membutuhkan ijin tinggal (Visa). Ijin tinggal ini harus diberikan oleh kedutaan Jerman sebelum keberangkatan dengan bentuk Visa. Pendaftar dari negara tertentu (seperti Australia, Israel, Jepang, Kanada, Republik Korea, New Zealand, dan negara bagian di Amerika) bisa berangkat tanpa Visa. Tolong daftarkan diri Anda di kedutaan Jerman atau konsulat Jerman.
Prasyarat Visa dibutuhkan oleh ZAV sebelum penerimaan. Untuk Visa harus sebelum 27 tahun dan seharusnya -untuk mempermudah- diminta pada waktu yang tepat, sebelum batas umur melewati ketentuan dari kantor imigrasi.
Setelah kedatangan akan menerima ijin dari kantor imigrasi setempat, sebelum masa berlaku Visa habis. Masa Au-Pair akan dimulai saat penerimaan ijin tinggal tertulis.
Untuk tinggal dan durasi ijin tinggal tergantung passport asal yang berlaku.
Au-Pair dari negara anggota EU baru Bulgaria, Rumania, dan Kroasia
...
Au-Pair dari negara anggota EU/ EWR/ Swiss
...
Untuk Akhir yang Baik
Hanya agen Au-Pair yang digunakan, yang membantu Anda, yang dapat mendampingi Anda selama ada kesulitan dengan keluarga. Selain itu, Anda di Jerman akan bertanggung jawab atas diri sendiri.
Di bawah atap " Gütegemeinschaft Au-pair e.V." agen Au-Pair yang bersatu, akan selalu dikontrol jalannya hubungan. Selain itu juga diadakan organisasi Au-Pair dan agen bagi Au-Pair di Jerman.
Dalam keadaan darurat Au-Pair dapat mengkontak agen yang berhubungan. Jika dengan mereka pun tidak mungkin, kontak Gütegemeinschaft Au-pair e.V. yang ada untuk Au-Pair dengan telefon.
Nomor Telefon Darurat
0800 111 0 111 atau 0800 111 0 222
Nomor telefon ini termasuk telefon darurat.
...
Informasi aktual lebih lanjut mengenai ketentuan legal yang perlu diperhatikan oleh pendaftar kerja di jerman dapat Anda temukan di www.zav.de/arbeitsmarktzulassung
NB: saya hanya membantu menerjemahkan sesuai pengertian saya, tidak ada garansi benar 100%. Anda bisa melihat dokumen aslinya di sini.
Au-Pair bei deutschen Familien
Quelle: Bundesagentur für Arbeit; Zentrale Auslands- und Fachvermittlung (ZAV)
Tugas dari seorang Au-Pair
Tugas sehari-hari seorang Au-Pair berbeda-beda. Hal ini tergantung dari karakteristik dan gaya hidup keluarga tempat Au-Pair ini masing-masing. Untuk sehari-hari seorang Au-Pair:
1. mengerjakan dan membantu pekerjaan rumah yang ringan, membersihkan rumah dan membereskan apa yang perlu dibereskan seperti mencuci cucian dan menggosok pakaian.
2. mempersiapkan makan pagi dan makanan yang mudah dimasak.
3. mengurus anak yang lebih muda, artinya, menjaga dan menemani anak ke taman kanak-kanak atau sekolah atau acara tertentu, berjalan-jalan atau bermain bersama.
4. menjaga rumah dan mengurus binatang peliharaan.
Bukan tugas seorang Au-Pair untuk mengurus orang sakit atau orang tua dari keluarga.
Hak dan Kewajiban
Persutujuan dari pihak Eropa mengenai Au-Pair berisikan batas-batas regulasi mengenai hidup dan tugas Au-Pair, kelas bahasa, keamanan sosial seperti hak dan kewajiban dari keluarga dan Au-Pair. Persetujuan ini belum dikonfirmasi oleh pihak negara Jerman, namun masih akan diproses. Walaupun begitu, sebagaimana orang tahu soal Au-Pair di Jerman sejak bertahun-tahun, prakteknya:
Lamanya
Lamanya seorang Au-Pair paling tidak 6 bulan dan maksimal 1 tahun. Pembaharuan tugas Au-Pair tidak dimungkinkan, walaupun durasi kerja belum habis.
Kerja dan Waktu Luang
Tugas rumah (termasuk Babysitting) diperbolehkan tidak lebih dari 6 jam per hari atau 30 jam per minggu. Semisal lamanya kerja ini akan ditinggalkan karena alasan tertentu, maka diperbolehkan dengan pembicaraan terlebih dahulu. Jika lembur harus dikompensasi.
Dari pihak keluarga dapat meminta Au-Pair menyelesaikan tugas yang belum/akan diselesaikan pada waktu tertentu. Menyelesaikan hal-hal privat (seperti menjaga kebersihan dan membereskan kamar sendiri) tidak terhitung sebagai jam kerja. Mengenai jam mulai dan selesai kerja tergantung dari kebiasaan keluarga dan izin keluarga. Regulitas tertentu setiap hari juga dimungkinkan.
Au-Pair mendapatkan paling tidak satu hari libur penuh per minggu (jika tidak penting di akhir minggu, harus paling tidak satu hari minggu per bulan). Selain itu paling tidak 4 sore kosong per minggunya.
Vakansi
Jika Au-Pair berdurasi 1 tahun, maka Ia mendapatkan 4 minggu hari libur vakansi. Dengan begitu, untuk setiap bulannya berjatahkan 2 hari kerja penuh untuk vakansi.
Jika keluarga bervakansi, maka biasanya mereka akan membawa Sang Au-Pair serta. Jika demikian Au-Pair harus juga melakukan tugas dan urusan tertentu (seperti mengurus anak-anak, dst.). Tetapi jika Au-Pair hanya harus melakukan tugas insignifikan, maka vakansi keluarga ini akan terhitung sebagai vakansi mandiri. Jika tidak ikut serta dalam vakansi keluarga, maka Au-Pair tidak boleh ditinggalkan dan diperkerjakan di tempat keluarga lain (seperti tetangga atau kenalan, dst.).
Kelas Bahasa
Kemungkinan ini diberikan kepada semua Au-Pair, untuk pergi ke kursus bahasa Jerman juga acara kultur lainnya di waktu luang mereka. Keluarga ikut membayarkan 50€ per bulannya dari harga kursus. Harga dari acara lainnya Au-Pair diharuskan membayar sendiri.
Akomodasi dan Perawatan
Akomodasi dan perawatan akan disediakan keluarga tanpa bayaran. Ada kemungkinan tersedia kamar tersendiri di dalam rumah keluarga. Juga termasuk makan bersama dan makan lainnya yang merupakan milik keluarga. Jika menginginkan nutrisi tambahan tertentu, harap diberitahu pada pendaftaran.
Uang jajan dan Uang Perjalanan
Tujuan dari seorang Au-Pair adalah menguasai kemampuan bahasa (juga pengalaman kerja) juga memperluas pengetahuan melalui pengetahuan yang lebih baik dari negara yang dituju. Maka dari itu Au-Pair tidak mendapatkan gaji kerja, melainkan uang jajan. Sekarang besarnya 260€ per bulan, tidak tergantung lama pekerjaan rumah. Biaya ke dan dari negara tujuan dibayar sendiri.
Asuransi kesehatan dan Asuransi Kecelakaan, Kehamilan
Au-Pair di Jerman diharuskan memiliki asuransi untuk kecelakaan dan kesehatan, kehamilan dan melahirkan jika terjadi kecelakaan. Semua asuransi ditanggung keluarga.
Pembatalan masa Au-Pair
Masa Au-Pair berakhir sesuai kontrak. Semisal tidak ada masa batal, maka dapat dilakukan persetujuan kedua belah pihak untuk membatalkannya. Biasanya, Au-Pair akan diperbolehkan tinggal di rumah keluarga tersebut sampai Ia menemukan keluarga baru. Jika dikarenakan alasan yang serius, masa Au-Pair bisa akan dibatalkan secepat mungkin. Melihat hal ini dibutuhkan pengertian, bahwa ada orang tidak bisa segera pada hari pertama tinggal bersama; syok kultur (didasari perbedaan cara hidup dan makan) dengan kemauan yang baik akan membaik dalam waktu singkat. Jika tidak mungkin untuk hidup harmonis bersama, agen Au-Pair harus segera diinformasikan. Mereka akan mencarikan dan menemukan kemungkinan jalan keluar untuk kedua belah pihak.
Pendaftaran, Perjanjian, dan Tugas
Umur minimum Au-Pair adalah 18 tahun, bagi Au-Pair asal negara EU/EWR dan Swiss 17 tahun. Hal ini terhitung sejak masa Au-Pair dimulai. Untuk yang dibawah umur dibutuhkan surat keterangan dari agen legal. Orang yang sudah menikah juga diperbolehkan.
Au-Pair diharapkan memiliki kemampuan bahasa Jerman. Untuk kemampuan bahasa minimal level A1 dari batas referensi Eropa.
Pendaftar sebaiknya mempersiapkan dokumen pendaftaran (Bewerbungsschreiben, Lebenslauf) dan mampu berbahasa Jerman dan pas foto (disisipkan pada Lebenslauf). Banyak agen Au-Pair juga meminta mengisi lembar pendaftaran. Segala dokumen harus sesuai kebenaran.
Jika antara keluarga dan Au-Pair memiliki hubungan darah, maka tidak diperbolehkan.
Agen Au-Pair akan menjembatani kontrak antara keluarga dan pendaftar. Penawaran keluarga yang berminat di Jerman sangat besar.
Bagi Au-Pair di luar negara EU/ EWR/ Swiss (atau disebut juga negara ketiga) juga dari Rumania, Bulgaria, dan Kroasia sebagai anggota baru EU harus memenuhi hal-hal berikut:
1. Au-Pair hanya diperbolehkan bertugas di keluarga yang disebutkan, yang mana berbahasa ibu Jerman. Paling tidak terdapat seorang dewasa sebagai anggota keluarga yang berwarganegarakan Jerman atau negara anggota EU/ EWR/ Swiss.
2. berada pada keluarga yang berbicara bahasa Jerman, jika pendaftar tidak berasal dari negara yang sama dengan keluarga.
3. jika pendaftar berasal dari negara yang dibebaskan atau anggota persatuan Eropa atau keluarga yang tinggal di Jerman namun berasal dari negara EU/ EWR/ Swiss, mohon perhatikan peraturan ini.
Agen Au-Pair yang berada di Jerman diperbolehkan meminta biaya kompensasi maksimal 150€ dari pendaftar untuk penghubungan ke keluarga. Tidak diperbolehkan meminta lebih. Kompensasi diminta jika kontrak Au-Pair sudah sampai. Au-Pair yang berasal dari non EU/ EWR/ Swiss juga dari anggota baru EU seperti Bulgaria, Rumania, dan Kroasia untuk hal ini berlaku pada saat pendaftar menerima ijin tinggal.
Regulasi Penerimaan Kedatangan, Ijin Tinggal, dan Kerja- Au-Pair dari negara ketiga
Au-Pair yang berasal dari negara ketiga membutuhkan ijin tinggal (Visa). Ijin tinggal ini harus diberikan oleh kedutaan Jerman sebelum keberangkatan dengan bentuk Visa. Pendaftar dari negara tertentu (seperti Australia, Israel, Jepang, Kanada, Republik Korea, New Zealand, dan negara bagian di Amerika) bisa berangkat tanpa Visa. Tolong daftarkan diri Anda di kedutaan Jerman atau konsulat Jerman.
Prasyarat Visa dibutuhkan oleh ZAV sebelum penerimaan. Untuk Visa harus sebelum 27 tahun dan seharusnya -untuk mempermudah- diminta pada waktu yang tepat, sebelum batas umur melewati ketentuan dari kantor imigrasi.
Setelah kedatangan akan menerima ijin dari kantor imigrasi setempat, sebelum masa berlaku Visa habis. Masa Au-Pair akan dimulai saat penerimaan ijin tinggal tertulis.
Untuk tinggal dan durasi ijin tinggal tergantung passport asal yang berlaku.
Au-Pair dari negara anggota EU baru Bulgaria, Rumania, dan Kroasia
...
Au-Pair dari negara anggota EU/ EWR/ Swiss
...
Untuk Akhir yang Baik
Hanya agen Au-Pair yang digunakan, yang membantu Anda, yang dapat mendampingi Anda selama ada kesulitan dengan keluarga. Selain itu, Anda di Jerman akan bertanggung jawab atas diri sendiri.
Di bawah atap " Gütegemeinschaft Au-pair e.V." agen Au-Pair yang bersatu, akan selalu dikontrol jalannya hubungan. Selain itu juga diadakan organisasi Au-Pair dan agen bagi Au-Pair di Jerman.
Dalam keadaan darurat Au-Pair dapat mengkontak agen yang berhubungan. Jika dengan mereka pun tidak mungkin, kontak Gütegemeinschaft Au-pair e.V. yang ada untuk Au-Pair dengan telefon.
Nomor Telefon Darurat
0800 111 0 111 atau 0800 111 0 222
Nomor telefon ini termasuk telefon darurat.
...
Informasi aktual lebih lanjut mengenai ketentuan legal yang perlu diperhatikan oleh pendaftar kerja di jerman dapat Anda temukan di www.zav.de/arbeitsmarktzulassung
NB: saya hanya membantu menerjemahkan sesuai pengertian saya, tidak ada garansi benar 100%. Anda bisa melihat dokumen aslinya di sini.
Thursday, March 13, 2014
Aupair: yang harus dilakukan setelah di Jerman
Setelah berjam-jam terbang menuju Jerman, ada beberapa hal penting yang kamu perhatikan dan harus kamu lakukan di sana. Berikut penjelasannya
1. Lapor dan daftar diri
Kamu diberi waktu 3 hari oleh pemerintah Jerman, terhitung sejak kamu menijak Jerman, untuk melapor dan mendaftarkan diri di kantor kota tempat kamu tinggal. Biasanya Gastfamilie akan menemani kamu ke sana. Untuk ini kamu tidak dikenakan biaya dan hanya membutuhkan Passport berisi visa Au-pairmu. Di hari yang sama saat kamu melapor, kamu akan menerima selembar surat yang menyatakan bahwa kamu telah mendaftarkan diri di kota tersebut.
2. Daftar diri di Ausländerbehörde
Tanyakan pada Gastfamiliemu, apakah mereka sudah membuat Termin/ Janji untukmu di Ausländerbehörde? Jika belum, maka segeralah membuat janji dengan Ausländerbehörde yang membawahi kota tempat kamu tinggal. Jika sudah membuat janji, kamu akan menerima surat dari mereka yang menyatakan nomor janji dan persyaratan yang kamu butuhkan, seperti formulir pendaftaran, foto terbaru, Passport, dan fotokopi kontrak Au-pair. Kamu akan diminta membayar 100€ untuk pendaftaran diri ini. Beberapa minggu kemudian, kamu akan menerima surat bahwa dokumen kamu telah selesai. Dokumen tersebut meliputi satu surat yang menyatakan kamu legal di Jerman sebagai Au-pair dan satu kartu tanda diri (seperti KTP) di Jerman.
Perhatian: di visamu tertulis lama berlakunya visa tersebut 3 bulan, usahakan dokumen dari Ausländerbehörde tersebut jadi sebelum tenggat 3 bulan visamu habis. Jika dokumenmu jadi lebih dari tenggat visamu, maka kamu dianggap ilegal di Jerman dan berhati-hatilah terhadap polisi. Jika kamu ketahuan ilegal, maka kamu akan langsung dideportasi. *pengalaman... hehe*
3. Daftar ke tempat kursus bahasa
Ya, kamu berhak untuk mengikuti kursus bahasa Jerman selama Au-pair ini. Sebenarnya akan lebih baik jika kamu sudah mencari tahu atau bahkan mendaftar di sebuah kursus bahasa di Jerman sebelum kamu berangkat. Jangan sampai ketinggalan pendaftaran dan tes kualifikasi bahasamu. Biaya kursus bahasa ini ditanggung berdua, kamu dan Gastfamiliemu (hanya membayar 50€ per bulannya) atau bisa dikomunikasikan dan ditanggung penuh (lebih baik pada saat pembuatan kontrak Au-pair).
4. Mencoba transportasi Jerman
Ini sangat penting, terutama bagi kamu yang perlu pergi dan pulang dari tempat kursus bahasa sendiri yang letaknya agak jauh dari rumah, bahkan kotamu. Kamu bisa naik bus maupun Bahn/ kereta listrik, baik dalam maupun antar kota. Informasi penting dan tahapan lebih lanjut baca di sini. Terdapat bermacam-macam tiket bus atau Bahn, mulai dari tiket satu kali jalan, dua kali jalan, empat kali jalan, dan tiket bulanan, bahkan ada tiket khusus bagi kamu yang hanya berlibur di kota yang kamu tuju. Dari sekian banyak tiket, saya menggunakan Fun-Ticket. Apa itu Fun-Ticket? Tiket khusus yang diperuntukkan remaja usia di bawah 20 tahun dengan rute atau luas jarak tempuh tertentu sesuai harga, dan hanya berlaku pada Nachmittag/ setelah tengah hari. Misalnya, saya membeli Fun-Ticket dengan jenis harga 16,80€ (per bulan) sampai region 9 dan berlaku pada bus, Bahn, bahkan taksi jika bus dan Bahn tidak beroperasi. Berikut contoh tarifnya (setelah klik link, pilih dan klik "GO!" pada Preistabelle).
5. Buka akun Bank
Ini hanya pilihan dan tidak harus dilakukan, namun mungkin perlu dilakukan. Mengapa perlu? Kamu akan mendapat uang saku tiap bulannya, maka kamu juga perlu tempat untuk menyimpannya, kan? Bila kamu tidak merasa aman menyimpan uang sakumu di rumah, maka kamu perlu akun bank. Sebelum mendaftarkan diri dan membuka akun bank, ada baiknya mengecek terlebih dahulu biaya yang dikenakan bank kepada nasabah luar negeri seperti kita. 5-10€ per bulan termasuk bayaran yang mahal untuk sebuah akun bank. Bagi mereka orang Jerman dan pemegang visa Student, biaya per bulan ini tidak dikenakan.
1. Lapor dan daftar diri
Kamu diberi waktu 3 hari oleh pemerintah Jerman, terhitung sejak kamu menijak Jerman, untuk melapor dan mendaftarkan diri di kantor kota tempat kamu tinggal. Biasanya Gastfamilie akan menemani kamu ke sana. Untuk ini kamu tidak dikenakan biaya dan hanya membutuhkan Passport berisi visa Au-pairmu. Di hari yang sama saat kamu melapor, kamu akan menerima selembar surat yang menyatakan bahwa kamu telah mendaftarkan diri di kota tersebut.
2. Daftar diri di Ausländerbehörde
Tanyakan pada Gastfamiliemu, apakah mereka sudah membuat Termin/ Janji untukmu di Ausländerbehörde? Jika belum, maka segeralah membuat janji dengan Ausländerbehörde yang membawahi kota tempat kamu tinggal. Jika sudah membuat janji, kamu akan menerima surat dari mereka yang menyatakan nomor janji dan persyaratan yang kamu butuhkan, seperti formulir pendaftaran, foto terbaru, Passport, dan fotokopi kontrak Au-pair. Kamu akan diminta membayar 100€ untuk pendaftaran diri ini. Beberapa minggu kemudian, kamu akan menerima surat bahwa dokumen kamu telah selesai. Dokumen tersebut meliputi satu surat yang menyatakan kamu legal di Jerman sebagai Au-pair dan satu kartu tanda diri (seperti KTP) di Jerman.
Perhatian: di visamu tertulis lama berlakunya visa tersebut 3 bulan, usahakan dokumen dari Ausländerbehörde tersebut jadi sebelum tenggat 3 bulan visamu habis. Jika dokumenmu jadi lebih dari tenggat visamu, maka kamu dianggap ilegal di Jerman dan berhati-hatilah terhadap polisi. Jika kamu ketahuan ilegal, maka kamu akan langsung dideportasi. *pengalaman... hehe*
3. Daftar ke tempat kursus bahasa
Ya, kamu berhak untuk mengikuti kursus bahasa Jerman selama Au-pair ini. Sebenarnya akan lebih baik jika kamu sudah mencari tahu atau bahkan mendaftar di sebuah kursus bahasa di Jerman sebelum kamu berangkat. Jangan sampai ketinggalan pendaftaran dan tes kualifikasi bahasamu. Biaya kursus bahasa ini ditanggung berdua, kamu dan Gastfamiliemu (hanya membayar 50€ per bulannya) atau bisa dikomunikasikan dan ditanggung penuh (lebih baik pada saat pembuatan kontrak Au-pair).
4. Mencoba transportasi Jerman
Ini sangat penting, terutama bagi kamu yang perlu pergi dan pulang dari tempat kursus bahasa sendiri yang letaknya agak jauh dari rumah, bahkan kotamu. Kamu bisa naik bus maupun Bahn/ kereta listrik, baik dalam maupun antar kota. Informasi penting dan tahapan lebih lanjut baca di sini. Terdapat bermacam-macam tiket bus atau Bahn, mulai dari tiket satu kali jalan, dua kali jalan, empat kali jalan, dan tiket bulanan, bahkan ada tiket khusus bagi kamu yang hanya berlibur di kota yang kamu tuju. Dari sekian banyak tiket, saya menggunakan Fun-Ticket. Apa itu Fun-Ticket? Tiket khusus yang diperuntukkan remaja usia di bawah 20 tahun dengan rute atau luas jarak tempuh tertentu sesuai harga, dan hanya berlaku pada Nachmittag/ setelah tengah hari. Misalnya, saya membeli Fun-Ticket dengan jenis harga 16,80€ (per bulan) sampai region 9 dan berlaku pada bus, Bahn, bahkan taksi jika bus dan Bahn tidak beroperasi. Berikut contoh tarifnya (setelah klik link, pilih dan klik "GO!" pada Preistabelle).
5. Buka akun Bank
Ini hanya pilihan dan tidak harus dilakukan, namun mungkin perlu dilakukan. Mengapa perlu? Kamu akan mendapat uang saku tiap bulannya, maka kamu juga perlu tempat untuk menyimpannya, kan? Bila kamu tidak merasa aman menyimpan uang sakumu di rumah, maka kamu perlu akun bank. Sebelum mendaftarkan diri dan membuka akun bank, ada baiknya mengecek terlebih dahulu biaya yang dikenakan bank kepada nasabah luar negeri seperti kita. 5-10€ per bulan termasuk bayaran yang mahal untuk sebuah akun bank. Bagi mereka orang Jerman dan pemegang visa Student, biaya per bulan ini tidak dikenakan.
Wednesday, March 12, 2014
Au-pair
Au-pair? Ya, Au-pair, pada dasarnya program ini dibuat agar kedua pihak, yakni si Au-pair dan Gastfamilie (pihak keluarga di negara yang dituju), sama sama mendapatkan keuntungan. Au-pair dimaksudkan dapat mengenal budaya, bahasa, serta gaya hidup orang di negara yang dituju, sementara dari pihak Gastfamilie merasa terbantu atas penjagaan anak mereka dan pekerjaan rumah tangga ringan. Program ini dilaksanakan di berbagai negara, seperti Australia, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Perancis, Belanda, dan lain sebagainya. Namun kali ini Au-pair di Jerman yang akan dibahas.
Tugas utama seorang Au-pair adalah menjadi kakak dari adik keluarga Gastfamilie. Artinya, kamu bertanggung jawab untuk menjaga 'adik kecil' kamu di keluarga tersebut. Mulai dari mengantar dan menjemput ke dan dari sekolah, memberi makanan, mengajak bermain dan belajar, dan menemani tidur. Namun tugas ini juga bergantung pada pembicaraan antara calon Au-pair dan Gastfamilienya. Ada yang setuju mengerjakan pekerjaan rumah ringan, seperti menggosok baju (baju sang adik biasanya), mencuci piring, dan acara bersih-bersih lainnya. Untuk urusan tugas, ada baiknya dibicarakan sejelas mungkin dengan calon Gastfamilie.
Sebaliknya, kita sebagai Au-pair berhak mendapatkan waktu untuk belajar bahasa dan datang ke even-even kultur di Jerman. Sesuai peraturan Jerman yang baru, Gastfamilie akan ikut membayar 50€ kepada lembaga bahasa yang diikuti Au-pairnya. Sisanya, tergantung kesepakatan (dan pastikan kesepakatan tersebut dicantumkan pada kontrak). Di samping itu, Au-pair juga berhak mendapatkan uang saku (bukan gaji, karena Au-pair bukanlah pembantu rumah tangga) dari Gastfamilie. Normalnya 260€ per bulannya (minimum dan sudah ditentukan), namun hal ini juga tergantung kesepakatan kedua belah pihak. Biasanya kenaikan angka uang saku berdasarkan pekerjaan rumah yang diambil ataupun penambahan jam kerja, yang normalnya 30 jam seminggu dengan hari Minggu libur full.
Bagaimana? Kamu tertarik? Jika ya, tahap selanjutnya: penuhi persyaratan menjadi Au-pair. Pertama, kamu minimal berumur 18 tahun dan maksimal 24 tahun. Kedua, kamu memiliki sertifikat bahasa Goethe Institut (dengan cara mengikuti test) dengan tingkat bahasa minimal A1. Rumornya, makin tinggi tingkat bahasa, makin cepat kamu mendapat Gastfamilie. Ketiga, kamu menyukai anak-anak, karena nantinya kamu akan berkecimpung di dunia 'adik'-mu. Keempat, memiliki kemauan besar untuk ke Jerman, karena banyak hal di sana yang mungkin saja membuat kamu memilih pulang ke Indonesia bahkan sebelum kontrak berakhir (seperti culture shock, rindu rumah, dan lain sebagainya).
Kamu sudah memenuhi semua persyaratan? Maka mari maju ke tahap selanjutnya: mencari Gastfamilie. Saya pribadi menyarankan kamu mencari Gastfamilie sendiri, tidak lewat agen apapun (tidak bermasud menjelekkan agen). Karena pada dasarnya mencari Gastfamilie itu mudah dan tanpa biaya. Kamu bisa mendaftar ke www.aupair-world.net tanpa dipungut biaya sepeser pun. Setelah kamu sign in, maka mulailah menata profilmu semenarik dan sejujur mungkin. Pasang foto-fotomu yang menunjukkan betapa kamu suka anak-anak. Selanjutnya, mulailah mencari (dengan hati-hati) keluarga yang pas. Namun kerugian lewat Aupair-World ini, jika kamu memiliki masalah dengan Gastfamilie kamu (seperti tidak diberi uang saku dst), maka tidak ada yang menengahi (namun jangan takut, kamu bisa pindah Gastfamilie sendiri jika ini terjadi).
Kamu memilih ikut agen? Oke, saya jabarkan sedikit soal agen Au-pair. Agen Au-pair tersebar di banyak daerah, mulai dari daerah di Indonesia sendiri ataupun dari Jerman. Kamu bisa mendaftar di www.au-pair-agenturen.de (mereka akan mengirim profil kamu ke 10 agen di kota lain yang dibawahinya) atau di www.au-pair-vij.org (sayangnya kamu hanya boleh mendaftar di satu kota). Kamu akan dimintai surat kesehatan dokter (menyatakan kamu bebas HIV/AIDS, TBC, dan hepatitis), surat rekomendasi (dari keluarga/teman), dan surat kepribadian diri (dari keluarga/teman). Keuntungan kamu ikut agen, ada pihak ketiga yang menengahi bila Au-pair bermasalah dan agen dapat membantu mencari Gastfamilie baru bila Au-pair putus kontrak. Sayangnya, pencarian Gastfamilie kedua akibat putus kontrak sering dinilai negatif oleh Gastfamilie lain. *kedua link agen di atas adalah agen di Jerman*
Kamu sudah mendapat calon Gastfamilie? Bagus, kita maju ke tahap selanjutnya. Mulailah berkenalan dan bertanya pada diri sendiri 'Apa keluarga ini cocok bagi saya?'. Perhatikan kebiasaan dan hobi. Jangan lupa nyatakan agamamu (terutama Islam, karena dibutuhkan pengertian khusus dari pihak Gastfamilie soal makanan -halal tidaknya- dan jadwal Shalat), dan bersikap jujur. Jika memang klop, mulai ajukan kesepakatan jam kerja, biaya ini dan itu, akomodasi, kursus bahasa, uang saku, dan berbagai kesepakatan lainnya yang dibutuhkan. Untuk biaya penerbangan kita, ada beberapa keluarga yang mau membayarkan full, dibayarkan full atau setengah dan diganti dengan pemotongan uang saku per bulan, dan tidak mau membayarkan. Pastikan semua kesepakatan dicantumkan pada kontrak.
Persetujuan tercapai? Oke, mari menunggu kiriman kontrak dan surat undangan dari Gastfamilie-mu. Baca seluruh pernyataan sebelum tanda tangan. Jika sudah, maka tahap selanjutnya: membuat visa Au-pair, horray!
Pembuatan visa Au-pair dapat dilakukan hanya di Kedutaan Besar Jerman di Jakarta dan pembuat visa harus datang sendiri (tidak diwakili). Kamu diharuskan membuat Termin/ Janji dengan pihak kedutaan di www.jakarta.diplo.de (klik 'Book your appointment here' di sisi kanan). Setelah janji dibuat, print e-mail konfirmasinya dan bawa saat kamu membuat visa.
Kamu akan memerlukan formulir pendaftaran visa (www.jakarta.diplo.de>> Ketentuan-ketentuan visa>> Informasi umum tentang visa>> Formulir visa nasional), kontrak Au-pair, surat undangan Au-pair, sertifikat bahasa Goethe Institut, fotokopi Passport (ketentuan: satu fotokopi di satu lembar, kertas tidak boleh dipotong), dan foto diri (latar putih, muka 80%, 3,4x4,5 cm, telinga terlihat). Semua data yg diperlukan rangkap dua, serta persiapkan bahasa Jerman lisanmu. Sebagai informasi tambahan, disarankan hanya membawa dokumen penting visa saja karena ada proses pengecekan saat di kedutaan. Orang yang TIDAK terlibat dalam proses pembuatan visa DILARANG masuk.
Saat pembuatan visa, kamu akan diwawancarai oleh pihak kedutaan dengan bahasa Jerman. Selain itu, kamu juga mendapatkan surat pernyataan dari kedutaan yang harus diisi. Biaya yang harus dikeluarkan untuk pembuatan visa ini 60€ yang dikurskan rupiah pada hari itu (dibayar dengan rupiah) dan simpan bukti pembayaran. Jika sudah, maka kamu tinggal menunggu telepon dari kedutaan yang menginformasikan visa Au-pair kamu telah jadi.
Jika visamu sudah jadi, segera bawa Passport dan bukti pembayaran visa ke kedutaan. Maksimal jam 10 pagi, kamu sudah harus menitipkan Passportmu di loket 5 kedutaan (tidak perlu membuat janji, cukup tunjukkan bukti pembayaran dan Passportmu pada satpam). Pada pukul 1 siang, proses pengambilan visa dimulai dan Tadaa! visa pun jadi. Segera cek visamu dan yakinkan tidak ada kesalahan.
Siap berangkat ke Jerman? Ya! Segera booking pesawat setelah menerima visa. Maskapai Garuda Indonesia (yang bekerja sama dengan Etihad) yang termurah dan termudah proses pembayarannya (menurut pengalaman). Cek kapasitas bagasi dan apakah pemilik kartu kredit pembayar tiket HARUS ikut dalam penerbangan tersebut. Sebagai tambahan, sebelum kamu berangkat ke Jerman, ada baiknya mengecek cuaca (temperatur) di kota yang dituju dan sesuaikan dengan pakaianmu. Dan... Holla~ Germany, I'm coming!
Di bandara Indonesia, kamu akan melewati meja imigrasi (pastikan kamu membawa Passport!). Di Jerman pun kamu akan membutuhkan proses pengecekan di meja imigrasi (diwawancarai seputar Au-pair). And, welcome to Germany!
Tugas utama seorang Au-pair adalah menjadi kakak dari adik keluarga Gastfamilie. Artinya, kamu bertanggung jawab untuk menjaga 'adik kecil' kamu di keluarga tersebut. Mulai dari mengantar dan menjemput ke dan dari sekolah, memberi makanan, mengajak bermain dan belajar, dan menemani tidur. Namun tugas ini juga bergantung pada pembicaraan antara calon Au-pair dan Gastfamilienya. Ada yang setuju mengerjakan pekerjaan rumah ringan, seperti menggosok baju (baju sang adik biasanya), mencuci piring, dan acara bersih-bersih lainnya. Untuk urusan tugas, ada baiknya dibicarakan sejelas mungkin dengan calon Gastfamilie.
Sebaliknya, kita sebagai Au-pair berhak mendapatkan waktu untuk belajar bahasa dan datang ke even-even kultur di Jerman. Sesuai peraturan Jerman yang baru, Gastfamilie akan ikut membayar 50€ kepada lembaga bahasa yang diikuti Au-pairnya. Sisanya, tergantung kesepakatan (dan pastikan kesepakatan tersebut dicantumkan pada kontrak). Di samping itu, Au-pair juga berhak mendapatkan uang saku (bukan gaji, karena Au-pair bukanlah pembantu rumah tangga) dari Gastfamilie. Normalnya 260€ per bulannya (minimum dan sudah ditentukan), namun hal ini juga tergantung kesepakatan kedua belah pihak. Biasanya kenaikan angka uang saku berdasarkan pekerjaan rumah yang diambil ataupun penambahan jam kerja, yang normalnya 30 jam seminggu dengan hari Minggu libur full.
Bagaimana? Kamu tertarik? Jika ya, tahap selanjutnya: penuhi persyaratan menjadi Au-pair. Pertama, kamu minimal berumur 18 tahun dan maksimal 24 tahun. Kedua, kamu memiliki sertifikat bahasa Goethe Institut (dengan cara mengikuti test) dengan tingkat bahasa minimal A1. Rumornya, makin tinggi tingkat bahasa, makin cepat kamu mendapat Gastfamilie. Ketiga, kamu menyukai anak-anak, karena nantinya kamu akan berkecimpung di dunia 'adik'-mu. Keempat, memiliki kemauan besar untuk ke Jerman, karena banyak hal di sana yang mungkin saja membuat kamu memilih pulang ke Indonesia bahkan sebelum kontrak berakhir (seperti culture shock, rindu rumah, dan lain sebagainya).
![]() |
| Cr: http://www.nanniesabroad.co.nz/ |
Kamu sudah memenuhi semua persyaratan? Maka mari maju ke tahap selanjutnya: mencari Gastfamilie. Saya pribadi menyarankan kamu mencari Gastfamilie sendiri, tidak lewat agen apapun (tidak bermasud menjelekkan agen). Karena pada dasarnya mencari Gastfamilie itu mudah dan tanpa biaya. Kamu bisa mendaftar ke www.aupair-world.net tanpa dipungut biaya sepeser pun. Setelah kamu sign in, maka mulailah menata profilmu semenarik dan sejujur mungkin. Pasang foto-fotomu yang menunjukkan betapa kamu suka anak-anak. Selanjutnya, mulailah mencari (dengan hati-hati) keluarga yang pas. Namun kerugian lewat Aupair-World ini, jika kamu memiliki masalah dengan Gastfamilie kamu (seperti tidak diberi uang saku dst), maka tidak ada yang menengahi (namun jangan takut, kamu bisa pindah Gastfamilie sendiri jika ini terjadi).
Kamu memilih ikut agen? Oke, saya jabarkan sedikit soal agen Au-pair. Agen Au-pair tersebar di banyak daerah, mulai dari daerah di Indonesia sendiri ataupun dari Jerman. Kamu bisa mendaftar di www.au-pair-agenturen.de (mereka akan mengirim profil kamu ke 10 agen di kota lain yang dibawahinya) atau di www.au-pair-vij.org (sayangnya kamu hanya boleh mendaftar di satu kota). Kamu akan dimintai surat kesehatan dokter (menyatakan kamu bebas HIV/AIDS, TBC, dan hepatitis), surat rekomendasi (dari keluarga/teman), dan surat kepribadian diri (dari keluarga/teman). Keuntungan kamu ikut agen, ada pihak ketiga yang menengahi bila Au-pair bermasalah dan agen dapat membantu mencari Gastfamilie baru bila Au-pair putus kontrak. Sayangnya, pencarian Gastfamilie kedua akibat putus kontrak sering dinilai negatif oleh Gastfamilie lain. *kedua link agen di atas adalah agen di Jerman*
Kamu sudah mendapat calon Gastfamilie? Bagus, kita maju ke tahap selanjutnya. Mulailah berkenalan dan bertanya pada diri sendiri 'Apa keluarga ini cocok bagi saya?'. Perhatikan kebiasaan dan hobi. Jangan lupa nyatakan agamamu (terutama Islam, karena dibutuhkan pengertian khusus dari pihak Gastfamilie soal makanan -halal tidaknya- dan jadwal Shalat), dan bersikap jujur. Jika memang klop, mulai ajukan kesepakatan jam kerja, biaya ini dan itu, akomodasi, kursus bahasa, uang saku, dan berbagai kesepakatan lainnya yang dibutuhkan. Untuk biaya penerbangan kita, ada beberapa keluarga yang mau membayarkan full, dibayarkan full atau setengah dan diganti dengan pemotongan uang saku per bulan, dan tidak mau membayarkan. Pastikan semua kesepakatan dicantumkan pada kontrak.
Persetujuan tercapai? Oke, mari menunggu kiriman kontrak dan surat undangan dari Gastfamilie-mu. Baca seluruh pernyataan sebelum tanda tangan. Jika sudah, maka tahap selanjutnya: membuat visa Au-pair, horray!
Pembuatan visa Au-pair dapat dilakukan hanya di Kedutaan Besar Jerman di Jakarta dan pembuat visa harus datang sendiri (tidak diwakili). Kamu diharuskan membuat Termin/ Janji dengan pihak kedutaan di www.jakarta.diplo.de (klik 'Book your appointment here' di sisi kanan). Setelah janji dibuat, print e-mail konfirmasinya dan bawa saat kamu membuat visa.
Kamu akan memerlukan formulir pendaftaran visa (www.jakarta.diplo.de>> Ketentuan-ketentuan visa>> Informasi umum tentang visa>> Formulir visa nasional), kontrak Au-pair, surat undangan Au-pair, sertifikat bahasa Goethe Institut, fotokopi Passport (ketentuan: satu fotokopi di satu lembar, kertas tidak boleh dipotong), dan foto diri (latar putih, muka 80%, 3,4x4,5 cm, telinga terlihat). Semua data yg diperlukan rangkap dua, serta persiapkan bahasa Jerman lisanmu. Sebagai informasi tambahan, disarankan hanya membawa dokumen penting visa saja karena ada proses pengecekan saat di kedutaan. Orang yang TIDAK terlibat dalam proses pembuatan visa DILARANG masuk.
Saat pembuatan visa, kamu akan diwawancarai oleh pihak kedutaan dengan bahasa Jerman. Selain itu, kamu juga mendapatkan surat pernyataan dari kedutaan yang harus diisi. Biaya yang harus dikeluarkan untuk pembuatan visa ini 60€ yang dikurskan rupiah pada hari itu (dibayar dengan rupiah) dan simpan bukti pembayaran. Jika sudah, maka kamu tinggal menunggu telepon dari kedutaan yang menginformasikan visa Au-pair kamu telah jadi.
Jika visamu sudah jadi, segera bawa Passport dan bukti pembayaran visa ke kedutaan. Maksimal jam 10 pagi, kamu sudah harus menitipkan Passportmu di loket 5 kedutaan (tidak perlu membuat janji, cukup tunjukkan bukti pembayaran dan Passportmu pada satpam). Pada pukul 1 siang, proses pengambilan visa dimulai dan Tadaa! visa pun jadi. Segera cek visamu dan yakinkan tidak ada kesalahan.
Siap berangkat ke Jerman? Ya! Segera booking pesawat setelah menerima visa. Maskapai Garuda Indonesia (yang bekerja sama dengan Etihad) yang termurah dan termudah proses pembayarannya (menurut pengalaman). Cek kapasitas bagasi dan apakah pemilik kartu kredit pembayar tiket HARUS ikut dalam penerbangan tersebut. Sebagai tambahan, sebelum kamu berangkat ke Jerman, ada baiknya mengecek cuaca (temperatur) di kota yang dituju dan sesuaikan dengan pakaianmu. Dan... Holla~ Germany, I'm coming!
Di bandara Indonesia, kamu akan melewati meja imigrasi (pastikan kamu membawa Passport!). Di Jerman pun kamu akan membutuhkan proses pengecekan di meja imigrasi (diwawancarai seputar Au-pair). And, welcome to Germany!
Subscribe to:
Posts (Atom)



