Friday, July 25, 2014

Do It Yourself: Lebenslauf

      Ingin melamar FSJ? Atau bahkan Au-Pair? Untuk itu kamu akan membutuhkan resume diri/ Curriculum VitaeLebenslauf. Menurut Bewerbung-Tipps, terdapat tiga jenis Lebenslauf yaitu yang bersifat fungsional, detail, dan tabularis.

     Funktioneller Lebenslauf
     Resume diri berjenis ini biasanya dibuat berbentuk tabel dan dibuat dengan komputer ataupun mesin cetak.

Cr: docstoc.com

     Ausführlicher Lebenslauf
     Tipe resume diri ini biasanya dibuat berbentuk teks, karena dibutuhkan kedetailan isi. Selain itu, resume diri tipe ini biasanya ditulis tangan.

Cr: bruchsal.files.wordpress.com
   
      Tabullarischer Lebenslauf
      Ini adalah tipe resume yang paling umum digunakan dan dibuat biasanya dengan komputer atau mesin ketik.

Cr: ausbildungspark.com

      Lalu, apa yang harus ditulis di dalam Lebenslauf? Berikut penjelasan sederhananya.

Persönlischen Daten (Data personal)
    Name (Nama)
    Geburtstag (Tanggal lahir; DD. Monat JJJJ)
    Geburtsort (Tempat lahir; Kota, Negara)
    Familienstand (Status diri)
    Anschrift (Alamat; yang bisa dipakai saat kamu menulis resume)
    Mobil (Nomor telepon selular; yang bisa dihubungi saat kamu menulis resume)
    E-mail
    Konfession (Agama; optional)
    Staatsangehörigkeit (Warga negara)
    ....  

Familie (Anggota keluarga)
    Eltern (Orang tua; nama, pekerjaan)
    Geschwister (Saudara; nama, pekerjaan)

Schulbildung (Riwayat pendidikan)
     JJJJ/JJJJ: der Name der Schule (Nama sekolah)
     ....

Kenntnisse (Kemampuan)
    Sprachkenntnisse (Kemampuan bahasa; bahasa ibu, bahasa Jerman, dan bahasa lainnya beserta tingkat keahlian)
    EDV Kenntnisse (Kemampuan penggunaan komputer; M. Word, M. Excel, M. Power Point usw.)
    Hobby(s) und Interesse(n) (Hobi)

     Bagi kamu yang ingin mendaftar kerja atau Ausbildung, mungkin resume diri ini akan terlalu simpel. Jika sudah mempunyai pengalaman bekerja, juga dapat ditambahkan di dalam Lebenslauf-mu. Dan ingat, beri fotomu di lembar resumenya ;)

Viel Glück!

Thursday, July 24, 2014

Mittelalterfest in Altena; I'm coming!

     Yak, hari ini penulis di koran kota Altena datang dan mewawancara saya ini dan itu (ternyata diwawancara, bukan menulis sendiri *nyengir*). Oke, semua berjalan lancar selama hampir dua jam dan diakhiri dengan acara foto-foto. Haahaha.. Selang hampir 2 jam setelah kepulangan si pewawancara, Beliau menelepon kembali, dan kali ini membawa kabar yang lebih mengejutkan bagi saya! *smile ear to ear*
      Pada tanggal 1 hingga 3 Agustus nanti, di kota kecil nan indah Altena ini akan diadakan festival berbau abad pertengahan terbesar. Jadi, para tamu bisa melihat langsung bagaimana cara hidup rakyat jaman abad pertengahan. Kota kecil berpenduduk kurang lebih 18 ribu orang ini akan menampung hingga 40 ribu tamu yang datang, tidak hanya dari warga Jerman saja, namun juga warga dari luar Jerman.

Mittealtermarkt, Altena, Nordrhein-Westfalen
Cr: altena.de

      Kabar gembiranya (bukan kulit manggis ada ekstraknya, ya... :D), saya diundang sebagai anggota terhormat untuk ikut berperan sebagai rakyat abad pertengahan! Saya juga merupakan orang Ausländer pertama yang diundang untuk ikut berpartisipasi dalam even ini. Wunderbar, oder? Untuk itu, saya dibuatkan khusus pakaian baru ala abad pertengahan (karena saya tidak sebesar dan setinggi orang Jerman *nyengir lagi*) agar pas di badan. Di sana juga disediakan makanan ala abad pertengahan dan kamar khusus wanita jika ingin tidur. Asyik kan? (ASYIK BANGEEEEEEET)

Mittelalterfest, Altena, Nordrhein-Westfalen
Cr: Lokalstimme.de

      Selain itu, keuntungan lainnya yang saya dapat adalah kartu gratis untuk mengikuti even ini. Normalnya tamu dikenakan biaya 9€ per orangnya untuk 1 hari. Yah lumayan kan, ya, ngirit 9€ hehehehe (mimpi apa semalam... Hahaha) Besok saya akan mengkonfirmasi keikutsertaan saya, and i'm looking forward this would-be-so-great experience!

P.S. Saya diharuskan tanpa Handy selama berperan! (benar-benar abad pertengahan, ya?) Info lebih lanjut bisa dibaca di sini.

Tuesday, July 22, 2014

Ich muss ja verrückt sein! -dua-

     Pukul 2 siang, matahari bersinar terik sekali hari ini; maklum musim panas. Saya pribadi merasa terik matahari di sini lebih menyengat kulit, ketimbang di Indonesia yang notabene lebih lembab. Terkadang terbersit pikiran untuk memakai payung, Hahaha. Tapi cepat-cepat saya buang pikiran itu, karena saya pernah menjadi saksi mata bagaimana orang Jerman menganggap memakai payung di siang hari yang terik adalah hal yang konyol (korbannya waktu itu adalah sepasang kekasih asal Asia).
      Oke, kembali ke topik, pukul 2 siang ini saya pergi ke kantor Deutsche Post untuk mengirim dokumen penting FSJ saya. Setelahnya, berawal dari keisengan tanya-tanya harga kirim kartu post ke Indonesia (hanya 0,75€ per kartu! ;) ), akhirnya saya menghabiskan waktu 2 jam untuk berburu (halah..) kartu pos di kota untuk dikirim ke Indonesia. Sesaat setelah pembayaran, si bapak penjaga kasir Deutsche Post dengan sangat ramah bertanya ,, Sind Sie hier in Urlaub?'' (Apakah Anda sedang liburan di sini?). Ya, dengan rambut hitam, muka tipe Asia, bahasa Jerman yang rada-rada, tentu saya bukan kelahiran Jerman. Saya pun menjawab ,, Nö, bin Au-pair Mädchen hier." (Tidak, saya di sini sebagai Au-pair Mädchen.)
      Akhirnya Beliau pun memperkenalkan diri sebagai salah satu pekerja di koran harian kota Altena juga, dan saya ditawarkan untuk menulis artikel tentang saya yang dari Indonesia dan pada akhirnya sampai di Jerman. Sontak saya kaget, bahasa Jerman lancar pun tidak, malah ditawarkan menulis di koran hahaha..

Altenaer Kreisblatt; kini di tahun 2014 harga koran menjadi 1,50€ per eksemplarnya.
Cr: www.nanaundfrank.de

      Malam ini Beliau menelepon saya dan menkonfirmasikan bahwa koran harian tersebut ingin bekerja sama dengan saya (loh?). Selain konfirmasi, Beliau juga ingin membuat janji untuk bertemu dengan keluarga tamu saya. Tepatnya lusa pukul 7 malam (dan sampai saat ini mereka belum tahu apapun, saya belum sempat memberitahu hehe).
      Dan sekarang saya mulai pusing, apa yang harus saya tulis nanti >< Haruskah saya tolak tawaran itu? Atau ini bisa menjadi pengalaman yang cukup berguna bagi saya? Ahh...

Ich muss ja verrückt sein!

      Bulan April lalu, saya mengikuti proses temu-kenal (Hospitation) di sebuah kota dekat perbatasan Nordrhein-Westfalen dan Niedersachsen, Bad Oeynhausen. Kota ini terkenal dengan udaranya yang bersih dan pusat rehabilitasi penyakit jantungnya (menurut Gastmutter saya, Ir. Soekarno sempat direhabilitasi di sini). Kebetulan di sini saya mendapat tempat di panti orang yang cacat -fisik maupun mental-. Pekerjaan saya sangat mudah, hanya menemani mereka beraktivitas; seperti masak bersama, bermain musik/ sepak bola bersama, dan lain sebagainya.

Bad Oeynhausen
Cr: www.variate.de

      Setelah mengikuti proses temu-kenal ini, saya merasa sedikit tidak nyaman dengan suasana kerja di sana (walaupun kolega di sana baik-baik semua). Tapi pada saat itu, saya tidak ada pilihan lain. Maka saya menyetujui untuk membantu di tempat ini dan menandatangani kontraknya.
      Dua bulan berlalu, Juni pun tiba. Saya diminta data-data seperti sertifikat kesehatan, nomor bank, nomor pajak, dan asuransi kesehatan. Seminggu kemudian, saya dihubungi salah satu Träger FSJ lain (walaupun saya sudah memberitahu mereka bahwa saya sudah mendapat tempat FSJ). Dan disinilah semua berawal.
      Saya ditawarkan untuk membantu di sebuah sekolah khusus anak-anak buta di kota Hannover. Saya sangat tertarik dan ingin mencoba temu-kenal di sana. Setelah telefon sana sini (yang berujung pada sebenarnya Träger ini tidak bekerja sama dengan penyedia tempat FSJ ini), akhirnya awal Juli lalu saya ke Hannover untuk Hospitation.
      Jujur saja, pekerjaan di Hannover lebih berat daripada di Bad Oeynhausen. Tapi entah kenapa saya lebih nyaman dan suka dengan suasana kerja di Hannover. Setelah timbang sana-sini, saya menyetujui untuk membantu di sekolah ini. Kini masalah pertama timbul: bagaimana saya mau membatalkan kontrak pertama di Bad Oeynhausen?

Herrenhäuser Gärten, Hannover
Cr: hotelling.net

      Untung saya dipertemukan dengan Gasteltern yang MEGA nett, hahaha ternyata di kontrak pertama tertulis bahwa saya dapat membatalkan kontrak kapanpun dengan syarat: alasan yang jelas. Oke, saya pun lega. Dan datanglah kontrak dari Hannover. Dan muncullah masalah kedua: tertulis di kontrak bahwa saya hanya akan membantu sampai tanggal 31. Juli 2015, sedangkan Ausbildung yang saya ingin ikuti mulai awal September (di Bad Oeynhausen saya akan membantu hingga akhir Agustus). Lalu apa yang harus saya lakukan selama Agustus?
      Keesokannya saya telefon langsung ke penyedia tempat di Hannover, apakah bisa saya perpanjang kontrak hingga Agustus akhir (dengan sebelumnya komat kamit doa biar bisa ><). Sayangnya hal itu sangat tidak mungkin, karena Agustus adalah masa libur musim panas dan tidak ada pelajar yang perlu saya bantu.
      Posisi saat itu, saya masih memegang kontrak Bad Oeynhausen yang sudah ditandatangani dan kontrak Hannover yang belum ditandatangani. Mempertimbangkan saya akan membantu selama setahun, saya lebih suka membantu di tempat yang suasana kerjanya nyaman. Saya ambil Hannover (dan segala resikonya) dan membatalkan yang Bad Oeynhausen.
      Hari ini saya kirim balik kontrak Hannover yang sudah ditandatangani dan surat pembatalan ke Träger untuk tempat di Bad Oeynhausen. Semoga saja tidak salah pilih!

Tuesday, June 24, 2014

Peraturan Au-Pair: Juli 2013

      Sejak Juli 2013 lalu telah ditetapkan peraturan dan hak-hak baru untuk para Au-Pair Jerman. Masih banyak keluarga pencari Au-Pair yang belum tahu soal peraturan ini dan kamu calon Au-Pair mendapatkan informasi ini biasanya pada saat mendaftar Visa; artinya kamu baru tahu soal peraturan baru setelah tanda tangan kontrak. Maka dari itu saya informasikan peraturan baru ini, sebagai bahan pertimbangan saat mengkomunikasikan hak dan kewajiban kamu dengan calon Gastfamilie.

Au-Pair bei deutschen Familien
Quelle: Bundesagentur für Arbeit; Zentrale Auslands- und Fachvermittlung (ZAV) 

      Tugas dari seorang Au-Pair
      Tugas sehari-hari seorang Au-Pair berbeda-beda. Hal ini tergantung dari karakteristik dan gaya hidup keluarga tempat Au-Pair ini masing-masing. Untuk sehari-hari seorang Au-Pair:
   1. mengerjakan dan membantu pekerjaan rumah yang ringan, membersihkan rumah dan membereskan apa yang perlu dibereskan seperti mencuci cucian dan menggosok pakaian.
   2. mempersiapkan makan pagi dan makanan yang mudah dimasak.
   3. mengurus anak yang lebih muda, artinya, menjaga dan menemani anak ke taman kanak-kanak atau sekolah atau acara tertentu, berjalan-jalan atau bermain bersama.
   4. menjaga rumah dan mengurus binatang peliharaan.
      Bukan tugas seorang Au-Pair untuk mengurus orang sakit atau orang tua dari keluarga.

      Hak dan Kewajiban
      Persutujuan dari pihak Eropa mengenai Au-Pair berisikan batas-batas regulasi mengenai hidup dan tugas Au-Pair, kelas bahasa, keamanan sosial seperti hak dan kewajiban dari keluarga dan Au-Pair. Persetujuan ini belum dikonfirmasi oleh pihak negara Jerman, namun masih akan diproses. Walaupun begitu, sebagaimana orang tahu soal Au-Pair di Jerman sejak bertahun-tahun, prakteknya:

      Lamanya
      Lamanya seorang Au-Pair paling tidak 6 bulan dan maksimal 1 tahun. Pembaharuan tugas Au-Pair tidak dimungkinkan, walaupun durasi kerja belum habis.

      Kerja dan Waktu Luang
      Tugas rumah (termasuk Babysitting) diperbolehkan tidak lebih dari 6 jam per hari atau 30 jam per minggu. Semisal lamanya kerja ini akan ditinggalkan karena alasan tertentu, maka diperbolehkan dengan pembicaraan terlebih dahulu. Jika lembur harus dikompensasi.
      Dari pihak keluarga dapat meminta Au-Pair menyelesaikan tugas yang belum/akan diselesaikan pada waktu tertentu. Menyelesaikan hal-hal privat (seperti menjaga kebersihan dan membereskan kamar sendiri) tidak terhitung sebagai jam kerja. Mengenai jam mulai dan selesai kerja tergantung dari kebiasaan keluarga dan izin keluarga. Regulitas tertentu setiap hari juga dimungkinkan.
      Au-Pair mendapatkan paling tidak satu hari libur penuh per minggu (jika tidak penting di akhir minggu, harus paling tidak satu hari minggu per bulan). Selain itu paling tidak 4 sore kosong per minggunya.

      Vakansi
      Jika Au-Pair berdurasi 1 tahun, maka Ia mendapatkan 4 minggu hari libur vakansi. Dengan begitu, untuk setiap bulannya berjatahkan 2 hari kerja penuh untuk vakansi.
      Jika keluarga bervakansi, maka biasanya mereka akan membawa Sang Au-Pair serta. Jika demikian Au-Pair harus juga melakukan tugas dan urusan tertentu (seperti mengurus anak-anak, dst.). Tetapi jika Au-Pair hanya harus melakukan tugas insignifikan, maka vakansi keluarga ini akan terhitung sebagai vakansi mandiri. Jika tidak ikut serta dalam vakansi keluarga, maka Au-Pair tidak boleh ditinggalkan dan diperkerjakan di tempat keluarga lain (seperti tetangga atau kenalan, dst.).

      Kelas Bahasa
      Kemungkinan ini diberikan kepada semua Au-Pair, untuk pergi ke kursus bahasa Jerman juga acara kultur lainnya di waktu luang mereka. Keluarga ikut membayarkan 50€ per bulannya dari harga kursus. Harga dari acara lainnya Au-Pair diharuskan membayar sendiri.

      Akomodasi dan Perawatan
      Akomodasi dan perawatan akan disediakan keluarga tanpa bayaran. Ada kemungkinan tersedia kamar tersendiri di dalam rumah keluarga. Juga termasuk makan bersama dan makan lainnya yang merupakan milik keluarga. Jika menginginkan nutrisi tambahan tertentu, harap diberitahu pada pendaftaran.

      Uang jajan dan Uang Perjalanan
      Tujuan dari seorang Au-Pair adalah menguasai kemampuan bahasa (juga pengalaman kerja) juga memperluas pengetahuan melalui pengetahuan yang lebih baik dari negara yang dituju. Maka dari itu Au-Pair tidak mendapatkan gaji kerja, melainkan uang jajan. Sekarang besarnya 260€ per bulan, tidak tergantung lama pekerjaan rumah. Biaya ke dan dari negara tujuan dibayar sendiri.

      Asuransi kesehatan dan Asuransi Kecelakaan, Kehamilan
      Au-Pair di Jerman diharuskan memiliki asuransi untuk kecelakaan dan kesehatan, kehamilan dan melahirkan jika terjadi kecelakaan. Semua asuransi ditanggung keluarga.

      Pembatalan masa Au-Pair
      Masa Au-Pair berakhir sesuai kontrak. Semisal tidak ada masa batal, maka dapat dilakukan persetujuan kedua belah pihak untuk membatalkannya. Biasanya, Au-Pair akan diperbolehkan tinggal di rumah keluarga tersebut sampai Ia menemukan keluarga baru. Jika dikarenakan alasan yang serius, masa Au-Pair bisa akan dibatalkan secepat mungkin. Melihat hal ini dibutuhkan pengertian, bahwa ada orang tidak bisa segera pada hari pertama tinggal bersama; syok kultur (didasari perbedaan cara hidup dan makan) dengan kemauan yang baik akan membaik dalam waktu singkat. Jika tidak mungkin untuk hidup harmonis bersama, agen Au-Pair harus segera diinformasikan. Mereka akan mencarikan dan menemukan kemungkinan jalan keluar untuk kedua belah pihak.

      Pendaftaran, Perjanjian, dan Tugas
      Umur minimum Au-Pair adalah 18 tahun, bagi Au-Pair asal negara EU/EWR dan Swiss 17 tahun. Hal ini terhitung sejak masa Au-Pair dimulai. Untuk yang dibawah umur dibutuhkan surat keterangan dari agen legal. Orang yang sudah menikah juga diperbolehkan.
      Au-Pair diharapkan memiliki kemampuan bahasa Jerman. Untuk kemampuan bahasa minimal level A1 dari batas referensi Eropa.
      Pendaftar sebaiknya mempersiapkan dokumen pendaftaran (Bewerbungsschreiben, Lebenslauf) dan mampu berbahasa Jerman dan pas foto (disisipkan pada Lebenslauf). Banyak agen Au-Pair juga meminta mengisi lembar pendaftaran. Segala dokumen harus sesuai kebenaran.
      Jika antara keluarga dan Au-Pair memiliki hubungan darah, maka tidak diperbolehkan.
      Agen Au-Pair akan menjembatani kontrak antara keluarga dan pendaftar. Penawaran keluarga yang berminat di Jerman sangat besar.
      Bagi Au-Pair di luar negara EU/ EWR/ Swiss (atau disebut juga negara ketiga) juga dari Rumania, Bulgaria, dan Kroasia sebagai anggota baru EU harus memenuhi hal-hal berikut:
   1. Au-Pair hanya diperbolehkan bertugas di keluarga yang disebutkan, yang mana berbahasa ibu Jerman. Paling tidak terdapat seorang dewasa sebagai anggota keluarga yang berwarganegarakan Jerman atau negara anggota EU/ EWR/ Swiss.
   2. berada pada keluarga yang berbicara bahasa Jerman, jika pendaftar tidak berasal dari negara yang sama dengan keluarga.
   3. jika pendaftar berasal dari negara yang dibebaskan atau anggota persatuan Eropa atau keluarga yang tinggal di Jerman namun berasal dari negara EU/ EWR/ Swiss, mohon perhatikan peraturan ini.
      Agen Au-Pair yang berada di Jerman diperbolehkan meminta biaya kompensasi maksimal 150€ dari pendaftar untuk penghubungan ke keluarga. Tidak diperbolehkan meminta lebih. Kompensasi diminta jika kontrak Au-Pair sudah sampai. Au-Pair yang berasal dari non EU/ EWR/ Swiss juga dari anggota baru EU seperti Bulgaria, Rumania, dan Kroasia untuk hal ini berlaku pada saat pendaftar menerima ijin tinggal.

      Regulasi Penerimaan Kedatangan, Ijin Tinggal, dan Kerja- Au-Pair dari negara ketiga
      Au-Pair yang berasal dari negara ketiga membutuhkan ijin tinggal (Visa). Ijin tinggal ini harus diberikan oleh kedutaan Jerman sebelum keberangkatan dengan bentuk Visa. Pendaftar dari negara tertentu (seperti Australia, Israel, Jepang, Kanada, Republik Korea, New Zealand, dan negara bagian di Amerika) bisa berangkat tanpa Visa. Tolong daftarkan diri Anda di kedutaan Jerman atau konsulat Jerman.
     Prasyarat Visa dibutuhkan oleh ZAV sebelum penerimaan. Untuk Visa harus sebelum 27 tahun dan seharusnya -untuk mempermudah- diminta pada waktu yang tepat, sebelum batas umur melewati ketentuan dari kantor imigrasi.
     Setelah kedatangan akan menerima ijin dari kantor imigrasi setempat, sebelum masa berlaku Visa habis. Masa Au-Pair akan dimulai saat penerimaan ijin tinggal tertulis.
      Untuk tinggal dan durasi ijin tinggal tergantung passport asal yang berlaku.

      Au-Pair dari negara anggota EU baru Bulgaria, Rumania, dan Kroasia
     ...

      Au-Pair dari negara anggota EU/ EWR/ Swiss
     ...

      Untuk Akhir yang Baik
      Hanya agen Au-Pair yang digunakan, yang membantu Anda, yang dapat mendampingi Anda selama ada kesulitan dengan keluarga. Selain itu, Anda di Jerman akan bertanggung jawab atas diri sendiri.
      Di bawah atap " Gütegemeinschaft Au-pair e.V." agen Au-Pair yang bersatu, akan selalu dikontrol jalannya hubungan. Selain itu juga diadakan organisasi Au-Pair dan agen bagi Au-Pair di Jerman.
      Dalam keadaan darurat Au-Pair dapat mengkontak agen yang berhubungan. Jika dengan mereka pun tidak mungkin, kontak Gütegemeinschaft Au-pair e.V. yang ada untuk Au-Pair dengan telefon.

      Nomor Telefon Darurat
      0800 111 0 111 atau 0800 111 0 222
      Nomor telefon ini termasuk telefon darurat.
     
     ...
      Informasi aktual lebih lanjut mengenai ketentuan legal yang perlu diperhatikan oleh pendaftar kerja di jerman dapat Anda temukan di www.zav.de/arbeitsmarktzulassung

NB: saya hanya membantu menerjemahkan sesuai pengertian saya, tidak ada garansi benar 100%. Anda bisa melihat dokumen aslinya di sini.

Friday, June 6, 2014

Freiwilliges soziales Jahr (FSJ)

      Pijakan kedua saya setelah program Au-pair adalah program FSJ, suatu program yang juga saya belum pernah dengar di Indonesia.

      Apa itu FSJ?
      FSJ adalah program kerja sosial -yang juga program edukasi-, di mana kamu akan mengenal langsung dunia kerja di Jerman (jika kamu mengambil program ini di Jerman). Kerja sosial yang ditawarkan meliputi membantu di rumah sakit, di panti jompo, di tempat pengurusan anak-anak, di tempat orang cacat (tubuh maupun mental, biasanya yang tidak berbahaya), di gereja, di sekolah, di tempat kerja orang cacat, dan lain sebagainya. Jam kerja kamu dibatasi 38,5-40 jam per minggunya.

      Apa saja kualifikasi untuk FSJ?
      Maksimal berumur 26 tahun dan minimal 18 tahun. Kamu tidak memerlukan pendidikan atau keahlian khusus, karena tugasmu nantinya hanya membantu para senior di tempat kamu bekerja. Untuk kemampuan berbahasa Jerman, tidak ada pesyaratan pada tingkat tertentu, namun kamu diharapkan bisa berkomunikasi dengan baik.

      Berapa lama rentang waktu program FSJ?
      Sesuai peraturan pemerintah Jerman, kurang lebih satu tahun; minimal setengah tahun dan maksimal 1,5 tahun.

      Apa yang Anda dapatkan dari FSJ?
      Pengalaman, Taschen- dan Verpflegungsgeld (berkisar 170-450€, namun di peraturan tertulis paling tinggi 336€) per bulannya, hari libur (umumnya 24 hari untuk satu tahun), asuransi kesehatan, dan seminar. Untuk kemungkinan tempat tinggal, biaya akomodasi lainnya, makan, dan pakaian dapat dikomunikasikan.

      Kapan FSJ dimulai?
      Biasanya FSJ dimulai per 1 Agustus/ 1 September/ 1 November. Maka dari itu kamu perlu mendaftar jauh-jauh hari, mempertimbangkan peminat yang cukup banyak.

      Apa yang dibutuhkan untuk mendaftar FSJ?
      Yang pertama adalah Lebenslauf (resume diri); mulai dari data personal, jejak edukasi, biodata keluarga, hobi, kemampuan khusus, dan lain sebagainya. Kedua, pas foto; seperti saat mau mendaftar visa. Ketiga, Bewerbungsschreiben; berisikan pemberitahuan bahwa kamu ingin mendaftar di bagian tertentu dan sedikit alasannya. Keempat, Motivationsschreiben; berisikan alasan mengapa kamu ingin mengikuti program ini. Juga ada yang meminta ijazah terakhir ataupun fotokopi ijazah bahasa Jerman. Terkadang kamu juga diminta mengisi lembar pendaftaran (Bewerbungsbogen) oleh Träger (pengantara antara kamu sebagai calon FSJ dan Arbeitgeber (pemberi kerja)) tertentu.

      Langkah selanjutnya?
      Jika kamu telah mengirim data pendaftaran, Träger yang tertarik akan mengundang kamu (mengirimi kamu surat/ e-mail atau bahkan menelepon kamu) untuk interview. Biasanya kamu akan ditanya soal motivasi, personal, dan keinginan kamu membantu di bagian kerja mana (dan jangan lupa nyatakan keinginan kamu secara pasti, misal: kemungkinan tempat tinggal ataupun kemungkinan pakaian).
      Jika kamu sudah mendapat tempat di sebuah Einsatzstelle, maka kamu akan menerima undangan dari Einsatzstelle ini untuk Hospitation. Di kesempatan inilah kamu bisa melihat apakah kamu cocok di Einsatzstelle ini dan sebaliknya, si Arbeitgeber juga akan menilaimu. Jika keduanya cocok, maka tinggal tanda tangan kontrak (sebelumnya dibaca dengan teliti, apakah jam kerja, hari libur, asuransi, dan hak-hakmu lainnya terpenuhi).

      Bisakah mendaftar FSJ dari Indonesia?
      Tentu bisa, hanya saja nantinya akan sedikit repot dan mahal. Untuk interview beberapa Träger mau via Skype/ telefon langsung, namun untuk Hospitation, kamu perlu langsung menemui Arbeitgeber kamu dan melihat langsung calon tempat kerja kamu. Artinya kamu harus membuat visa kunjungan untuk itu dan terbang ke Jerman, setelahnya jika kamu diterima, maka kamu baru bisa membuat visa FSJ.

Beberapa contoh Träger:
Deutsch Roten Kreuz Internationaler Bund Diakonische Jahr ViA e.V. Johanitter

Sunday, April 6, 2014

Hal-hal di Jerman -dua-

Beberapa hal lagi yang mungkin kamu perlu ketahui yang berkaitan dengan kehidupan di Jerman.

11. Tepat waktu
      Karakter yang satu ini sangat Jerman sekali. Bukan hanya personalnya saja, juga sarana prasarana umum sangat tepat waktu. Jika kamu membuat janji dengan kolega atau teman Jermanmu, tidak baik jika kamu datang terlalu cepat (ke pesta misalnya, karena mungkin saja sang tuan rumah sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatunya) apalagi terlambat. Lain halnya jika kamu ingin naik bus atau kereta, maka kamu disarankan untuk datang sedikit lebih awal. Jika tertulis bus atau kereta akan sampai di halte atau stasiun pukul 12 siang, maka biasanya 11:57 bus atau kereta sudah sampai dan mulai menerima penumpang. Akan lebih tenang, kan, jika sebelum pukul 12 sudah duduk manis di dalam bus atau kereta? Dan tepat pukul 12 bus atau kereta langsung berjalan. Sopir tidak akan menunggu kamu jika kamu terlambat, walaupun sopir melihat kamu berlari-lari menuju bus atau keretanya.

12. Bir
      Bagi yang berusia 18 tahun ke atas, di sini kamu sudah diperbolehkan minum bir dan minuman beralkohol lainnya. Bir sangat terkenal di Jerman dan ada satu ritual penting sebelum minum bir. Jika kamu ingin meminum bir dengan beberapa kolegamu, maka kamu harus menunggu semua kolegamu siap menyisip bir mereka. Setelah mereka siap, maka angkat gelasmu dan pertemukan dengan gelas salah satu kolegamu sambil menatap matanya (kolegamu juga akan menatap kamu) dan katakan 'Prost' atau ,Zum Wohl'. Lakukan hal ini kepada semua kolegamu yang ikut minum bir, baru setelahnya kamu diperbolehkan menyisip birmu.

13. Tatapan mata
      Saya pernah mendengar bahwa kebanyakan perempuan asal Asia akan susah sekali berjalan sambil mengangkat muka dan menatap mata orang lain yang ia temui. Asia sangat kental soal cara menghormati orang lain, terutama senior (baca: tua). Namun bukan berarti Jerman dan wilayah barat tidak ada penghormatan terhadap orang lain. Diberitahu Gastvater saya, kebiasaan ini tidaklah baik jika diteruskan. Kita harus berani menatap wajah bahkan mata orang lain, terutama yang sedang mengajak kita berbicara. Jika tidak, orang akan menganggap kamu lemah (bagi mereka yang tidak sedang berbicara dengan kita) dan terbuka kesempatan bagi mereka untuk berbuat jahat. Masih banyak cara lain untuk respek ke orang lain, seperti sopan santun dan bertegur sapa. Maka biasakan mengangkat wajah dan menatap mata orang lain saat kamu berjalan ataupun berbicara.

14. Bertamu
      Jika kamu diundang ke pesta atau pertemuan sesama teman, maka ada baiknya kamu membawa buah tangan. Ini bukan suatu keharusan, hanya saja lebih ke sopan santun dan dilakukan oleh semua orang Jerman untuk tidak bertangan kosong jika bertamu. Bahkan jika kamu diundang untuk makan pagi bersama di rumah kolegamu, maka kamu bisa membawa roti untuk tambahan makan pagimu dan kolegamu.

15. Makanan dingin dan makanan hangat
      Jika di Indonesia kita terbiasa makan 3x sehari (pagi, siang, dan malam) dengan makanan hangat 'seadanya', berbeda dengan di Jerman. Di sini, terdapat 2x makan makanan dingin dan 1x makan makanan hangat. Namun makanan dingin disini bukan berarti kamu makan makanan yang baru saja dikeluarkan dari freezer, tetapi makanan hangat 'seadanya' ala Indonesia (hehe...), seperti roti. Roti biasanya akan dipanaskan dengan oven ataupun mesin panggang. Untuk makanan hangat, bisa dianggap sebagai makanan sangat panasnya Indonesia. Makanan hangat akan dihidangkan langsung, segera setelah makanan selesai dimasak.

16. Sampah
      Berbeda dengan di Indonesia, di mana kia bisa membuang berbagai macam sampah dalam 1 kantung, di Jerman kamu harus memilah sampah mana yang cocok dengan warna kantung sampah. Sampah dibagi menjadi 4, sampah bio: seperti kulit buah dan sayuran (berwarna hijau dan biasanya dijadikan kompos), sampah sisa: seperti tisu (berwarna hitam), sampah nonorganik: seperti plastik dan metal (berwarna kuning), dan sampah kertas: seperti kardus dan kertas roll tisu (berwarna biru). Jika kamu tidak memilah sampah dengan benar, maka petugas pengangkut sampah tidak akan mengangkut sampah di rumahmu. Ada tambahan satu jenis sampah lagi, yaitu sampah kaca. Yang ini biasanya akan dikumpulkan di tempat khusus di dekat rumah, namun tidak di semua rumah.

17. Leergutautomat
      Di sini jika kamu membeli air soda atau minuman berkemasan botol plastik, maka kamu akan dikenakan harga beli dua kali: harga isi botol dan harga si botol. Tidak hanya kemasan minuman saja, saat membeli sabun cuci berwadah plastik, kamu juga akan dikenai biaya.
Contoh wadah sabun cuci yang juga dikenakan biaya (bawah).
Cr: ciao.de

     Botol yang telah kamu beli bisa kamu daur ulang sendiri di mesin daur ulang (terdapat di supermarket) saat kamu berbelanja, dan setelah didaur ulang biaya yang kamu keluarkan untuk membeli si botol akan dikembalikan lagi dengan bentuk struk. Saat kamu ke kasir untuk membayar belanjaan, jangan lupa sertakan struk daur ulangmu dan nantinya jumlah belanjaanmu akan dipotong. Selain berbahan plastik, kemasan botol kaca dan kaleng pun bisa didaur ulang.
Salah satu contoh Leergutautomat.
Cr: de.m.wikipedia.org

18. Program Daylight Saving
      Adik saya pernah bertanya, kok beda jam Jerman-Indonesia di musim semi-panas dan gugur-dingin berbeda? Di musim gugur-dingin, beda waktu dengan Indonesia 6 jam, sedangkan di musim semi-panas 5 jam. Jawabannya karena adanya program Daylight Saving ini. Di musim gugur-dingin matahari akan terbit lebih lambat (sekitar jam 7-8 pagi) dan tenggelam lebih cepat (sekitar jam 4-5 sore). Tapi di musim semi-panas, matahari akan terbit lebih cepat (sekitar jam 6 pagi) dan tenggelam lebih lambat (sekitar jam 8 malam).
     Dari perbedaan rentang waktu bersinarnya matahari inilah maka diterapkan program Daylight Saving, dengan tujuan menghemat energi listrik dan memanfaatkan sinar matahari. Misalnya sekarang jam 7 pagi di musim dingin dan hari masih gelap, maka kita menghidupkan lampu (saat ini perbedaan jam dengan Indonesia 6 jam -di Indonesia jam 1 siang). Tapi saat memasuki musim semi, pada jam yang sama tentu sudah mulai terang. Maka dengan program ini waktu dipercepat satu jam, yaitu menjadi jam 8 dan kita tidak perlu lagi menghidupkan lampu (kini jam di Jerman dipercepat 1 jam tetapi di Indonesia tetap jam 1 siang, maka selisih menjadi 5 jam). Program ini akan dijalankan oleh software dengan sendirinya pada jam yang memakai sinyal sebagai patokan (juga smartphone dan laptop).
Wilayah berwarna biru adalah pengguna program ini, oranye pernah namun sekarang tidak lagi, dan merah tidak pernah sama sekali menggunakan program ini.
Cr: en.m.wikipedia.org

19. Orang tua
      Orang tua di Jerman mandiri dan cukup up-to-date soal teknologi menurut saya. Saya sering melihat para senior naik-turun bis, jalan sana-sini tanpa dibantu siapapun -walaupun menggunakan tongkat-, bahkan mengendarai mobil (tak tanggung-tanggung, mobil yang atapnya bisa dibuka, hehe). Mereka juga ikut belajar bagaimana mengoperasikan komputer dan teknologi terbaru lainnya. Terdapat suatu program khusus di sini, di mana pelajar dan para senior dapat saling bertukar kemampuan/pengetahuan/pengalaman. Lewat program ini, pelajar dapat mengajari para senior mengenai teknologi terbaru.

20. Lalu Lintas
      Di sisi kanan jalan selalu ada simbol-simbol, apakah termasuk zona berkecepatan tertentu, apakah zona tersebut sudah berakhir, apakah boleh berhenti, dan lainnya. Selain itu, di saat lampu merah, tidak ada mobil/ motor lainnya yang berani menerobos. Mengapa? Saya pernah bertanya pada keluarga saya, dan ternyata di lampu merah ini terdapat kamera yang bisa memantau apakah ada yang berani melanggar. Jika ya, maka kamera akan memfoto plat mobil/ motor dan dilacak pemiliknya lalu si pelanggar akan menerima surat tilang di rumahnya. Sanksinya dapat berupa pencabutan SIM dan pembayaran denda (langsung transfer ke akun pemerintah). Kamera ini juga diletakkan di jalan berzona kecepatan tertentu.
      Untuk informasi tambahan, pembuatan SIM di sini tidak semudah membuat SIM di Indonesia (apalagi SIM tembak, ya.. hehe). Pemohon SIM diharuskan belajar mengenai lalu lintas beberapa bulan dan membayar untuk kelasnya. Untuk mengikuti ujian akhir, dikenakan juga biaya dan secara keseluruhan berkisar 2000€ dan jika tidak lulus, pemohon diharuskan mengulang pelajaran.